Kurniawan Minta Maaf Usai Indonesia U-17 Ditekuk Malaysia, Soroti Fokus dan Finishing
Jumat, 17 April 2026 | 06:53
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Rizal Hanafi
Pelatih Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto meminta maaf setelah Indonesia U-17 takluk 0-1 dari Malaysia di fase Grup A Piala AFF U-17 2026. Meski kalah, Kurniawan tetap mengapresiasi kerja keras timnya.
Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Indonesia sejatinya tampil cukup dominan dalam permainan. Namun, satu momen kehilangan fokus menjadi pembeda yang menentukan hasil akhir.
“Saya memohon maaf dengan hasil yang kurang memuaskan ini, tapi saya tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain. Tentunya hal ini menjadi bahan evaluasi tim ke depan,” ujar Kurniawan saat konferensi pers usai pertandingan.
BACA JUGA
Persiapan Piala AFF U17 2026, Kurniawan Panggil Tiga Pemain Diaspora
26 Pemain Dipanggil, Ini Daftar Skuad Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026
Indonesia U-17 Kembali Kalah dari China, Performa Meningkat Tapi Belum Cukup
Kurniawan melihat anak asuhnya mampu mengontrol ritme permainan, tetapi gagal menjaga konsentrasi penuh selama 90 menit. Menurutnya, ini menjadi pelajaran penting yang harus segera diperbaiki jika ingin bersaing di level turnamen.
“Kami harus fokus selama 90 menit karena kesalahan dari kita membuahkan gol untuk lawan,” ucapnya.
Selain masalah fokus, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah lain. Indonesia menciptakan peluang, namun tak satu pun menjadi gol.
“Kami kontrol game, tapi beberapa peluang tidak menjadi gol,” katanya.
Di tengah kekecewaan, Kurniawan tetap menjaga perspektif. Ia menegaskan kekalahan ini tidak boleh merusak Mental Pemain yang masih dalam fase pembentukan karakter. Dalam sepak bola usia 17 tahun, aspek psikologis sering kali sama pentingnya dengan taktik.
“Saya tidak mau kekalahan ini menjatuhkan mental mereka karena usia ini masih sensitif,” jelasnya.
Ia berharap para pemain tetap percayaan diri dan segera bangkit menghadapi laga berikutnya, terutama saat melawan Vietnam.
“Sepak bola itu apa pun bisa terjadi, kita akan berjuang 90 menit lawan Vietnam,” katanya.
Sementara itu, Pemain Indonesia U-17, Chico Jericho Yarangga, melihat kekalahan ini sebagai bagian dari proses belajar. Ia menegaskan tim sudah memberikan segalanya di lapangan, meski hasil belum sesuai harapan.
“Kami sudah bekerja keras semuanya, dan ini menjadi evaluasi untuk lawan Vietnam agar lebih baik,” katanya.
Peluang Indonesia untuk lolos dari gase grup belum tertutup. Namun, laga berikutnya akan menjadi ujian, apakah Garuda Muda mampu belajar cepat dari kekalahan, atau kembali terjebak dalam kesalahan yang sama.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!