ID EN

Final Monte-Carlo: Alcaraz Vs Sinner Perebutkan Gelar dan Tahta Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 11:55

Penulis: Respaty Gilang

Petenis Spanyol Carlos Alcaraz
Ilustrasi - Petenis Spanyol Carlos Alcaraz mencoba mengembalikan bola ke arah lawannya.
Sumber: AntaraNews

Duel panas akan tersaji di final Monte-Carlo Masters saat Carlos Alcaraz berhadapan dengan Jannik Sinner, Minggu, 12 April 2026. Laga ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga berpengaruh besar terhadap posisi peringkat satu dunia.

"Saya rasa ini adalah tempat impian bagi semua orang," kata Alcaraz, dikutip dari ATP.

"Saya berjuang untuk gelar Monte-Carlo kedua, dia berjuang untuk gelar pertamanya," ujar dia menambahkan.

Sebagai juara bertahan, Alcaraz datang dengan status unggulan teratas. Ia telah mendominasi peringkat dunia sejak menaklukkan Sinner di final US Open tahun lalu.

Meski demikian, persaingan di puncak ranking ATP tetap ketat. Sinner sempat merebut posisi nomor satu dunia selama satu pekan menjelang ATP Finals 2025 pada November, sebelum kembali disalip Alcaraz.

Jika Alcaraz mampu mempertahankan gelarnya di Monte-Carlo, ia akan memulai pekan ke-67 sebagai petenis nomor satu dunia dengan keunggulan 590 poin atas rivalnya tersebut. Namun, posisi itu belum sepenuhnya aman.

Petenis berusia 22 tahun itu menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan total 3.300 poin sepanjang musim lapangan tanah liat Eropa, dimulai dari Barcelona Open Banc Sabadell.

"Sejujurnya, saya akan kehilangan peringkat satu dunia suatu saat nanti," kata Alcaraz sebelum pertandingan pertamanya pekan ini di Monte-Carlo.

Menurutnya, tekanan untuk mempertahankan poin menjadi tantangan tersendiri, terutama karena Sinner memiliki peluang untuk terus menambah poin di turnamen yang tidak membebaninya.

"Bahkan jika saya berhasil mempertahankannya, Jannik akan menambah beberapa poin di turnamen-turnamen di mana ia tidak perlu mempertahankan poin apa pun," ujar petenis berusia 22 tahun itu.

Berbanding terbalik dengan Alcaraz, Sinner hanya memiliki 1.950 poin yang harus dipertahankan di musim lapangan tanah liat setelah Monte-Carlo. Ia bahkan tidak memiliki beban poin tambahan hingga tampil di Internazionali BNL d'Italia pada pertengahan Mei.

Situasi ini membuka peluang besar bagi Sinner untuk merebut kembali posisi puncak dunia. Jika berhasil menjuarai Monte-Carlo, ia bisa memangkas jarak hingga hanya selisih tipis sekitar 110 poin.

"Kami memang banyak berlatih untuk meningkatkan kemampuan kami. Terutama pada servis dan juga mengubah strategi pengembalian bola serta poin-poin pengembalian, mencoba meningkatkan intensitas dari awal hingga akhir, dan semuanya," kata Sinner tentang peningkatannya sendiri.

Final ini juga menjadi momentum penting bagi Sinner untuk mengukur kesiapan menghadapi French Open, sekaligus membalas kekalahan dari Alcaraz di final tahun lalu.

“Bagaimanapun, menang atau kalah, itu akan menjadi masukan yang baik dan poin penting yang perlu kita tingkatkan," ujar petenis berusia 24 tahun itu.

Secara head to head, Alcaraz masih unggul dengan rekor 10-6 atas Sinner. Ia juga lebih dominan di lapangan tanah liat, termasuk meraih tiga kemenangan dari empat pertemuan terakhir di permukaan tersebut.

Terlepas dari hasil final nanti, dominasi Alcaraz dan Sinner di puncak ranking ATP masih belum tergoyahkan. Keduanya terus menguasai posisi teratas sejak Novak Djokovic menutup pekan ke-428 sebagai petenis nomor satu dunia pada Juni 2024.