Bogor - Persaingan gelar Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 memasuki fase krusial yang menguras emosi para penggemar Sepak Bola. Dalam diskusi terbaru di kanal YouTube ITSMe, pengamat sepak bola senior Haris Pardede memberikan analisis mendalam mengenai peta persaingan antara Arsenal, Manchester City, dan nasib nahas yang menimpa Liverpool.
Dengan selisih 6 poin di puncak klasemen, Arsenal berada dalam posisi yang sangat diuntungkan, namun bayang-bayang kegagalan masa lalu masih menghantui.
Kepada Host Syafira dan Gilang, Bung Haris menekankan bahwa bulan April akan menjadi momen penghakiman bagi The Gunners. Pertandingan "six-pointer" melawan Manchester City di Etihad pada 19 April mendatang diprediksi menjadi penentu gelar.
BACA JUGA
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Arsenal dan Liverpool Diuji Lawan yang Kerap Menyulitkan
Hasil Liga Inggris Hari Ini: Arsenal Menang Lagi, Chelsea Dipermalukan Leeds
Hasil Liga Inggris Hari Ini: Arsenal Aman di Puncak, Chelsea dan Liverpool Tak Mau Tertinggal
Meski Arsenal memiliki tabungan poin yang cukup besar, mentalitas juara City yang tak kenal ampun tetap menjadi ancaman nyata. "Ini adalah musim now or never bagi Arsenal. Jika dengan keunggulan poin sebanyak ini mereka masih gagal juara, saya bahkan terpikir untuk resign dari dunia pengamat," seloroh Bung Haris, menggambarkan betapa besarnya peluang yang ada di tangan skuad Mikel Arteta saat ini.
Di sisi lain, diskusi ini juga menyoroti keterpurukan Liverpool. Musim yang awalnya diprediksi sebagai ajang perebutan gelar ke-21 bagi The Reds justru berubah menjadi rentetan "apes". Kehilangan sosok Diogo Jota secara tragis, performa pemain baru yang tidak sesuai ekspektasi di bawah asuhan Arne Slot, hingga spekulasi masa depan Mohamed Salah menjadi faktor utama kemerosotan mereka.
Gilang, sang host, bahkan secara tegas menyatakan bahwa pergantian pelatih menjadi opsi penting jika Liverpool gagal meraih gelar bergengsi musim ini. Nama Xabi Alonso pun mencuat sebagai kandidat kuat yang diharapkan mampu mengembalikan identitas permainan Liverpool yang kini dianggap kehilangan arah.
Pertanyaannya kini, mampukah Arteta membuktikan bahwa ia tidak lagi "naif" seperti musim-musim sebelumnya? Ataukah Manchester City kembali melakukan aksi comeback spektakuler di tikungan terakhir?
Bagi para penikmat sepak bola, akhir musim ini bukan sekadar tentang angka di papan klasemen, melainkan tentang pembuktian mentalitas sebuah tim besar.










