ID EN

Persiapan Piala AFF U17 2026, Kurniawan Panggil Tiga Pemain Diaspora

Jumat, 6 Maret 2026 | 19:00

Penulis: Arif S

Arsip foto - Pesepak bola Indonesia U-17 melakukan sesi latihan di Lapangan Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten.
Arsip foto - Pesepak bola Indonesia U-17 melakukan sesi latihan di Lapangan Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten.
Sumber: Antara Foto/Muhammad Iqbal

Pelatih Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto membuka pintu bagi talenta diaspora dalam persiapan menuju Piala AFF U-17 2026. Mantan striker tim nasional itu mengungkapkan rencana untuk memanggil tiga pemain muda yang saat ini berkembang di luar negeri guna mengikuti pemusatan latihan tim.

Ketiga pemain tersebut berasal dari Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Saat ini, staf pelatih masih menjalin komunikasi intensif untuk memastikan mereka bisa bergabung dengan skuad Garuda Muda.

“Mulai minggu depan kita akan meng-invite tiga Pemain Diaspora. Lagi komunikasi karena yang satu dari UK terkait tiket, karena memang harus lewat Timur Tengah, itu yang lagi dicari solusinya. Kemudian satu dari Australia, terus satu lagi di Selandia Baru,” ujar Kurniawan di Jakarta, Jumat.

Bagi Kurniawan, pemain diaspora memiliki peluang sama untuk memperkuat tim nasional selama memenuhi syarat administrasi dan kebutuhan taktik tim.

“Karena mereka punya hak yang sama untuk menjadi pemain nasional. Mereka berpaspor Indonesia, terus dari video yang kita lihat memang mereka punya kualitas. Jadi siapapun itu kalau memang punya kualitas dan bisa sesuai dengan game plan yang kita siapkan, mereka wajib dan berhak untuk memperkuat timnas,” katanya.

Proses pemantauan pemain dilakukan dengan pendekatan modern. Tim pelatih tidak hanya menjalin komunikasi langsung dengan pemain dan orang tua mereka, tetapi juga mempelajari rekaman pertandingan.

Dari banyak video yang diterima, staf pelatih kemudian mempersempit pilihan hingga tersisa tiga nama. Mereka dianggap paling cocok dengan kebutuhan skuad.

“Dari sekian banyak video yang masuk ke kita, kita kerucutkan menjadi tiga pemain yang sekiranya bisa sesuai dengan game plan yang kita persiapkan,” katanya.

Meski begitu, Kurniawan menegaskan kehadiran para pemain diaspora di turnamen masih belum sepenuhnya pasti karena status mereka masih terikat kontrak dengan klub masing-masing. 

“Kita bersuratnya iya. Tapi kembali lagi kan mereka terikat kontrak dengan klubnya. Jadi nanti mungkin ada skala prioritas juga di mana yang bisa bergabung,” pungkas Kurniawan.

Langkah memanggil pemain diaspora ini menjadi bagian dari upaya memperluas kedalaman skuad Indonesia U-17 demi tampil kompetitif di Piala AFF U-17 2026.