ID EN

Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri, RS Harapan Kita Hadirkan Layanan Premium

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Penulis: Arif S

RSJPD Jakarta bekerja sama dengan Tokushukai Medical Group
RSJPD Jakarta bekerja sama dengan Tokushukai Medical Group menghadirkan layanan kesehatan premium.
Sumber: Antara/Lintang Budiyanti Prameswari

Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD) Jakarta bekerja sama dengan Tokushukai Medical Group menghadirkan layanan kesehatan premium, khususnya di bidang kardiovaskular. Layanan premium ini bisa dimanfaatkan pasien yang ingin mendapatkan fasilitas setara rumah sakit Wisata Dunia.

Kolaborasi ini bertujuan mengurangi jumlah pasien Indonesia yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.

Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, RSJPD Harapan Kita ingin menjadi rujukan utama penanganan penyakit jantung di dalam negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kualitas layanan kini sudah mampu bersaing dengan rumah sakit internasional.

"Fasilitas di sini sudah enggak kalah dengan RS di luar negeri, jadi yang biasa ke luar negeri, bisa ke sini. Nanti, teman-teman para dokter Tokushukai juga akan datang di sini, dokter-dokter ahlinya, dan mereka punya ahli dunia yang akan datang untuk praktik di sini. Jadi, enggak usah orang-orang itu ke luar negeri lagi," ujar Menkes di Jakarta.

Salah satu inovasi utama dalam kerja sama ini adalah teknologi robotik medis terbaru, Da Vinci-5 surgical robot. Teknologi ini akan digunakan untuk menangani berbagai penyakit kardiovaskular dengan tingkat presisi tinggi.

Menkes mengungkapkan robot canggih itu dijadwalkan mulai digunakan di Indonesia pada akhir 2026.

"Tokushukai akan memberikan robot paling canggih, itu namanya Da Vinci Five, akan datang di bulan November 2026 masuk ke sini, di Indonesia belum ada selama ini, jadi nanti akan dipakai untuk melayani pasien-pasien kita," katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota memastikan layanan premium tidak akan menggeser komitmen rumah sakit terhadap pasien BPJS Kesehatan.

"Kita menerima pasien BPJS Kesehatan ada sekitar 70-80 persen, tetapi, gedung ini nanti akan digunakan sebagian besar untuk private wing di lantai enam ke atas, yang lantai enam ke bawah itu cuma BPJS, ini salah satunya untuk mengurangi aliran pasien ke luar negeri," ucap Iwan.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga membuka peluang bagi dokter internasional untuk berpraktik dan berbagi ilmu di Indonesia, termasuk dari Jepang dan China. 

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga medis lokal sekaligus memperluas layanan kesehatan jantung.

"Mereka akan berpraktik rutin di sini dengan regulasi yang ada, dan kemudian ada juga permintaan dari beberapa dokter dari China, mereka minta untuk berpraktik di sini. Jadi, mudah-mudahan bisa mengurangi aliran pasien yang keluar. Selain itu, kami memang masih tetap dengan proporsi pasien BPJS, itu masih terlayani di sini," kata Iwan.

Selain peningkatan kualitas layanan, kapasitas rumah sakit juga mengalami lonjakan signifikan. 

Melalui kolaborasi ini, jumlah tempat tidur meningkat dari sekitar 400 menjadi 800, memungkinkan lebih banyak pasien mendapatkan perawatan.

CEO Tokushukai Medical Group Shinichi Higashiue menyampaikan ambisi besar dari proyek ini, yakni menjadikan RSJPD Harapan Kita sebagai pusat pendidikan jantung terkemuka di Asia.

"Bangunan ini akan memberikan layanan kardiovaskular yang paling canggih, dan kami ingin menjadikan institusi ini salah satu pusat pendidikan dan pelatihan jantung terbesar di Asia," kata Shinichi.

Dengan teknologi canggih, dokter internasional, serta peningkatan kapasitas layanan, RS Jantung Harapan Kita diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pengobatan jantung berkualitas tinggi tanpa harus ke luar negeri.