Dari Casillas hingga Torres, Rodri Akui Sulit Ulangi Kejayaan Generasi Emas Spanyol
Selasa, 2 Juni 2026 | 10:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Twitter@FIFAWorldCup
Menjelang Piala Dunia 2026, kapten tim nasional Spanyol Rodri memberikan penghormatan tinggi kepada generasi emas La Roja yang mendominasi Sepak Bola Dunia pada era 2010-an. Menurut gelandang Manchester City, skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Euro 2008 dan Euro 2012 masih layak disebut sebagai timna Matador terbaik sepanjang masa.
Pernyataan itu menjadi pengakuan istimewa dari sosok yang kini memimpin generasi baru Spanyol. Rodri menilai pencapaian generasi yang diperkuat Iker Casillas, Sergio Ramos, Carles Puyol, Xavi, Xabi Alonso, Andres Iniesta, David Villa, hingga Fernando Torres masih belum tertandingi.
"Sulit bagi saya untuk mengatakan kami bisa melampaui mereka, karena saya benar-benar percaya mereka adalah generasi terbaik sepanjang masa," ujar Rodri dilansir laman FIFA, Minggu.
BACA JUGA
Jelang Lawan Burnley, Manchester City Kehilangan Rodri dan Dias
Apakah Tuan Rumah Piala Dunia Untung Besar? Ini Fakta Ekonomi di Balik Kemewahan Turnamen
Arab Saudi Depak Pelatih Jelang Piala Dunia 2026, Siapa Pengganti Herve Renard?
"Tidak ada tim lain yang mampu memenangkan gelar Piala Eropa UEFA dua kali dan satu Piala Dunia," imbuh kapten La Roja tersebut.
Dominasi Spanyol saat itu menjadi salah satu era paling bersejarah dalam sepak bola dunia. La Roja tidak hanya mengoleksi trofi, tetapi juga mengubah cara dunia memandang permainan melalui gaya penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka.
Bagi Rodri, kesuksesan itu memiliki makna sangat personal. Ia masih mengingat momen ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, usianya baru 14 tahun dan sedang mengikuti program belajar bahasa Inggris di Connecticut, Amerika Serikat.
Jarak ribuan kilometer dari tanah kelahirannya tidak mengurangi antusiasme Rodri untuk menyaksikan laga final melawan Belanda. Ia bahkan berusaha keras agar bisa menonton pertandingan yang kemudian menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.
Kala itu, Rodri yang berada dalam kamp memohon kepada para pengajar agar bisa diberikan akses untuk menonton lewat siaran pertandingan final Spanyol melawan Belanda.
"Dan di sanalah saya, di tengah hutan, menyaksikan Spanyol menjadi juara dunia. Saat Andres Iniesta mencetak gol, saya langsung berdiri dan berlari ke mana-mana. Tidak ada seorang pun yang mengerti mengapa saya begitu bahagia dan berteriak sekeras mungkin," ungkap peraih gelar Ballon D'or 2024 ini.
Kenangan itu semakin memperkuat keyakinannya, generasi emas Spanyol merupakan fenomena yang sulit terulang dalam sejarah sepak bola. Bukan hanya karena jumlah trofi, tetapi juga kualitas pemain di setiap lini.
Meski demikian, Rodri menegaskan generasi Spanyol saat ini tidak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Menurutnya, skuad yang sekarang tengah membangun identitas dan sejarahnya sendiri melalui pencapaian dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya pikir tim saat ini sedang menempuh jalannya sendiri, dan menurut saya kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam beberapa waktu terakhir. Kami memenangkan UEFA Nations League dan UEFA EURO, dan sekarang kami akan menghadapi tantangan terbesar dari semuanya, yaitu memenangkan Piala Dunia," kata Rodri.
Kini, tanggung jawab besar berada di pundak Rodri untuk memimpin La Roja di Piala Dunia 2026 yang akan dimulai 12 Juni mendatang. Di tengah ambisi meraih gelar dunia kedua bagi Spanyol, kapten berusia 30 tahun itu tetap menempatkan generasi Casillas dan kawan-kawan sebagai standar tertinggi.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi generasi baru La Roja untuk menulis sejarah mereka sendiri.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!