ID EN

Insiden Anak Jatuh di Area Kandang Gajah Ragunan, Anggota DPRD Desak Evaluasi Keamanan 

Selasa, 2 Juni 2026 | 12:28

Penulis: Arif S

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth.
Sumber: Antara/HO-DPRD

Taman Margasatwa Ragunan kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya Video Viral seorang anak kecil terjatuh ke dalam parit pembatas kandang gajah. Peristiwa itu memicu berbagai tanggapan, termasuk desakan agar sistem keamanan dan keselamatan pengunjung dievaluasi secara menyeluruh.

Sorotan datang dari Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. Ia meminta pengelola Taman Margasatwa Ragunan menjadikan insiden itu sebagai momentum untuk memperkuat standar keselamatan di kawasan wisata.

"Kami meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Fokusnya bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menemukan akar persoalan," ujar Kenneth di Jakarta, Senin.

Menurut Kenneth, kejadian seorang anak terjatuh di area kandang gajah tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Dengan jumlah pengunjung hingga ribuan orang setiap hari, terutama keluarga dan anak, aspek keamanan harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan kawasan wisata.

"Saya sangat prihatin atas terjadinya insiden ini. Keselamatan dan kondisi kesehatan anak yang bersangkutan harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Ia menegaskan setiap Destinasi Wisata harus memiliki standar operasional, menempatkan keselamatan pengunjung sebagai prioritas utama. 

Karena itu, manajemen Ragunan diminta melakukan investigasi internal secara transparan untuk mengetahui secara jelas kronologi kejadian, penyebab insiden, hingga kemungkinan adanya celah dalam sistem pengamanan yang selama ini diterapkan.

Evaluasi itu, menurut Kenneth, tidak hanya sebatas pada prosedur operasional, tetapi juga harus mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur keamanan di lapangan. Mulai dari pagar pembatas, pagar pengaman berlapis, jalur pengunjung, titik observasi satwa, hingga area yang memiliki tingkat risiko tinggi perlu ditinjau kembali.

"Apabila ditemukan adanya pagar yang tidak memenuhi standar keamanan, celah pengamanan, atau titik yang memungkinkan pengunjung mendekati area satwa secara berbahaya, maka perbaikan harus segera dilakukan tanpa menunggu terjadinya insiden berikutnya," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Selain aspek fisik, penguatan pengawasan di area wisata juga dinilai penting. Kenneth menilai jumlah petugas keamanan dan petugas pengawas harus disesuaikan dengan volume kunjungan, terutama saat akhir pekan, hari Libur Nasional, dan musim Liburan Sekolah ketika jumlah wisatawan meningkat signifikan.

Di sisi lain, ia juga menyoroti fenomena meningkatnya aktivitas pembuatan konten media sosial yang terkadang membuat sebagian pengunjung mengabaikan faktor keselamatan. Menurutnya, tren tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat mendorong perilaku berisiko di kawasan wisata yang memiliki potensi bahaya.

"Terlepas dari apa pun motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut, keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Di era media sosial saat ini, masyarakat perlu semakin bijak dalam membuat maupun mengejar konten," katanya.

Kenneth menjelaskan kawasan konservasi satwa memiliki aturan dan protokol keselamatan yang wajib dipatuhi seluruh pengunjung. 

Berbagai fasilitas pengaman seperti pagar pembatas, garis larangan, hingga rambu keselamatan sejatinya dibuat untuk melindungi manusia maupun satwa dari risiko yang tidak diinginkan.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak saat berwisata, terutama ketika berada di dekat kandang satwa berukuran besar yang memiliki potensi bahaya lebih tinggi.

Sebelumnya, media sosial diramaikan video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah berada di area parit pembatas kandang gajah. Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang dewasa berusaha membantu dengan melewati pembatas dan mengulurkan tangan agar anak tersebut dapat kembali ke area aman.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!