ID EN

Persib, Borneo FC dan Persija Masuk Daftar Klub Lolos Lisensi Liga Champions Asia Dua

Jumat, 15 Mei 2026 | 06:30

Penulis: Arif S

Skuad Persib Bandung menjalani latihan di Stadion GBLA
Skuad Persib Bandung menjalani latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung.
Sumber: Antara/HO-Persib Bandung

Delapan klub Super League dipastikan lolos penuh atau berstatus granted untuk bermain di Liga Champions Asia Dua musim depan. Kedelapan klub tersebut adalah PSM Makassar, Dewa United Banten FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta. 

Mereka dinilai memenuhi syarat lisensi yang ditetapkan dalam proses Club Licensing Cycle 2025/2026.

Keberhasilan delapan klub tersebut menjadi sinyal, kompetisi kasta tertinggi Indonesia perlahan mulai bergerak menuju standar lebih kompetitif di Asia. Lisensi klub kini bukan hanya persoalan administratif, tetapi menyangkut kesiapan menyeluruh sebuah organisasi sepak bola modern.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menegaskan proses lisensi dilakukan dengan evaluasi ketat terhadap berbagai aspek penting klub profesional.

“Dalam proses Club Licensing Cycle 2025/2026, klub-klub peserta menjalani evaluasi menyeluruh terhadap lima aspek utama, yakni sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial,” ujarnya.

Selain delapan klub berstatus granted, terdapat delapan klub lain yang mendapatkan status granted with sanctions untuk Liga Champions Asia Dua. Kedelapan klub tersebut adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang, Madura United, Bali United, Malut United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Status granted with sanctions berarti klub masih diperbolehkan lolos lisensi, namun memiliki beberapa catatan yang wajib diperbaiki dalam tenggat waktu tertentu. 

Sistem ini menunjukkan federasi mulai menerapkan pengawasan lebih detail terhadap tata kelola klub.

Di sisi lain, hampir seluruh peserta BRI Super League musim ini berhasil melewati proses lisensi. Hanya PSBS Biak yang belum dinyatakan lolos untuk kasta tertinggi.

“Dari 18 klub yang menjalani lisensi, ada 17 klub yang granted Super League. Satunya tidak adalah PSBS Biak. Jadi 17-nya teman-teman bisa hitung sendiri kaitan dengan Super League yang nasional kalau sudah selesai dipublikasikan nama-nama klubnya sudah tahu sendiri. Itu yang Super League,” ungkap Asep.

Proses lisensi melibatkan klub-klub Championship atau kasta kedua. Delapan klub Championship memperoleh lisensi Super League, termasuk tiga tim promosi yaitu PSS Sleman, Adhyaksa FC, dan Garudayaksa FC.

Lima klub lain yang bertahan di kasta kedua namun telah mengantongi lisensi Super League adalah Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan. Langkah ini memberi mereka peluang lebih siap apabila promosi ke kasta tertinggi pada musim berikutnya.

Menurut Asep, lisensi Super League menjadi syarat penting yang harus dimiliki klub jika ingin bermain di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Tanpa lisensi tersebut, promosi tidak otomatis menjamin klub bisa tampil di Super League.

“Klub-klub Championship jikalau kalian promosi ke Super League tahun depan, maka kalian harus mengambil lisensi Super League. Jadi kalau mereka misalnya klub X dia ngambilnya Championship doang tiba-tiba promosi, dia belum tentu bisa promosi karena lisensi yang dia punya Championship,” ucap Asep.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada lisensi Championship musim depan. Dari 20 klub kasta kedua, hanya FC Bekasi City yang sudah mendapatkan lisensi penuh hingga saat ini.

Situasi tersebut membuat sejumlah klub Championship terancam memulai musim dengan pengurangan poin apabila gagal memenuhi syarat lisensi sampai tenggat waktu 22 Mei. 

Regulasi itu menjadi bentuk penegasan, tata kelola klub kini memiliki dampak langsung terhadap kompetisi.

Asep menjelaskan hukuman pengurangan poin akan disesuaikan dengan jumlah kriteria lisensi yang tidak terpenuhi klub.

“Minus berapa? Nah tadi saya di awal bicaranya sebenarnya di regulasi sudah ada buat di Championship. Jika ada satu kriteria yang tidak terpenuhi itu akan minus 1, dua kriteria minus 2, 3 maksimal 5 (minus 5 poin),” pungkasnya.

Hasil Club Licensing Cycle 2025/2026

ACL 2 (Granted): PSM Makassar, Dewa United Banten FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC Samarinda, Persib Bandung, Persita Tangerang, Persija Jakarta.

ACL 2 (Granted with sanctions): Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang, Madura United, Bali United, Malut United, Persis Solo, Persijap Jepara.

Super League (Granted): PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, PSMS Medan.

Championship (Granted): FC Bekasi City.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!