ID EN

Kalah Telak dari Indonesia, St Kitts and Nevis Siap Bangkit Lawan Kepulauan Solomon

Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Pelatih Timnas St. Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano
Pelatih Timnas St. Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano.
Sumber: Itsme

Kekalahan telak dari Timnas Indonesia tak memadamkan semangat St. Kitts and Nevis. Pelatih Marcelo Augusto Silva Serrano mengatakan hasil tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk bangkit saat timnya menghadapi Kepulauan Solomon pada lanjutan FIFA Series, Senin 30 Maret.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 27 Maret, menurut Marcelo, timnya memulai laga dengan cukup menjanjikan. Pada 15-20 menit pertama, organisasi permainan berjalan sesuai rencana, bahkan sempat menciptakan peluang lebih dulu.

“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ujar Marcelo dalam jumpa pers usai laga.

Namun, lanjut Marcelo, momentum itu runtuh akibat kesalahan berulang di lini belakang. Dua gol awal Indonesia disebutnya lahir dari pola serupa.

“Dua gol itu datang dari kesalahan serupa. Lini belakang kami sedikit kehilangan organisasi dan mereka mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik,” katanya.

Kekalahan 0-4 dari Timnas Indonesia menjadi pelajaran penting. Empat gol masing-masing dari Beckham Putra (2) serta Ole Romeny dan Mauro Zijlstra memperlihatkan bagaimana kesalahan kecil bisa berdampak besar di level internasional.

Asisten pelatih Vitor Tinoco menambahkan situasi semakin kompleks dengan keterbatasan skuad yang dibawa ke turnamen. Ia mengatakan tim tidak tampil dengan kekuatan penuh, terutama di sektor pertahanan.

“Kami tidak bisa membawa beberapa pemain utama, terutama di lini belakang. Kami bermain dengan tiga bek yang bukan bek tengah asli, jadi tentu ada kesalahan,” kata Vitor.

Viktor juga menyoroti tim masih berada pada fase awal pembentukan karena pemain dan staf Pelatih Baru pertama kali berkumpul secara langsung.

Meski demikian, Marcelo memastikan fondasi mental tim tetap kuat. Kekalahan besar tidak membuat ruang ganti goyah, melainkan menjadi bahan refleksi untuk tampil lebih solid di laga berikutnya.

“Saya tidak melihat masalah dari sisi mental. Para pemain tetap menegakkan kepala mereka. Kami tidak bisa menghukum seluruh tim hanya karena dua kesalahan individu,” pungkasnya.***

Reporter: Syafira Salsa