Wonderful Indonesia Kampanye Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif di ITB Berlin 2026
Kamis, 5 Maret 2026 | 11:41
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membawa narasi tentang perjalanan lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan melalui kampanye #GoBeyondOrdinary. Partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2026 menjadi panggung penting untuk memperkenalkan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) kepada pelaku industri global.
Pameran pariwisata business-to-business (B2B) yang berlangsung pada 2–5 Maret 2026 digelar di Berlin ExpoCenter, di bawah pengelolaan Messe Berlin.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan kampanye #GoBeyondOrdinary menjadi representasi dari arah baru pengembangan pariwisata Indonesia.
BACA JUGA
78,2 Persen Masih Rintisan, Pemerintah Genjot Transformasi Desa Wisata
Dongkrak Kunjungan Wisatawan Tiongkok, Rute Guangzhou-Palu Dibuka Mei 2026
Kemenparekraf Bawa Dunia Menyusuri Keajaiban Indonesia Lewat Mega Famtrip 2025
“Kampanye #GoBeyondOrdinary merupakan cerminan program unggulan Kementerian Pariwisata, yaitu 'Quality Tourism' yang menekankan penciptaan nilai tambah melalui prinsip inklusivitas dan keberlanjutan," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya, Rabu 4 Maret 2026.
Saat membuka Paviliun Indonesia di Berlin, Selasa 3 Maret 2026, Widiyanti mengatakan pemilihan tema tersebut untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga menawarkan pengalaman mendalam.
“Dengan keragaman daya tarik yang dimiliki, Indonesia menawarkan pengalaman wisata yang menyentuh jiwa dan rasa wisatawan melalui interaksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, serta tradisi autentik di setiap destinasi,” kata Widiyanti.
Di dalam Paviliun Indonesia, konsep perjalanan tersebut disajikan melalui berbagai immersive experiences. Pendekatan ini memungkinkan pengunjung merasakan potongan pengalaman dari berbagai destinasi Nusantara.
Melalui presentasi visual, interaksi budaya, hingga paket wisata tematik, wisatawan internasional diajak membayangkan perjalanan yang lebih personal dan autentik di Indonesia.
Lebih dari 91 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi turut ambil bagian dalam promosi ini. Mereka terdiri dari penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), operator tur, desa wisata, hingga penyedia jasa pariwisata lainnya.
“Lebih dari 91 pelaku usaha dari 11 provinsi hadir mewakili keberagaman dan kekuatan pariwisata Indonesia. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia tumbuh melalui kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama,” ungkapnya.
Selain menyoroti destinasi prioritas dan regeneratif, Kemenpar juga memanfaatkan momentum ITB Berlin sebagai panggung strategis untuk memperkenalkan paket Wisata Ramah Muslim yang semakin diminati wisatawan global.
Ajang ini mempertemukan pembeli industri perjalanan dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika—pasar yang dinilai potensial bagi pariwisata Indonesia.
Paviliun Indonesia menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26, Booth No. 111, menjadikannya salah satu paviliun dengan partisipasi pelaku industri terbesar dalam lima tahun terakhir.
Di dalamnya, pengunjung dapat menjelajahi lima paket wisata minat khusus yang menjadi fokus Promosi Pariwisata bahari, gastronomi, kebugaran, wastra Nusantara, serta pariwisata ramah Muslim.
Melalui partisipasi di ITB Berlin 2026, Kemenpar menargetkan 498 ribu hingga 541 ribu potensi transaksi wisatawan (pax), dengan estimasi devisa mencapai Rp12,9-14,3 triliun.
Target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah bahwa sektor pariwisata tetap menjadi salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi nasional.










