ID EN

Geopark Rinjani-Lombok Sukses Revalidasi UNESCO, Raih Green Card Kedua

Rabu, 29 April 2026 | 11:40

Penulis: Arif S

Gunung Rinjani dilihat dari Desa Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani dilihat dari Desa Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Sumber: Antara/Sugiharto Purnama

Di bawah bayang-bayang Gunung Rinjani dan bentang alam Lombok, kabar gembira datang dari Paris. Geopark Rinjani-Lombok resmi mempertahankan status UNESCO Global Geopark setelah meraih Kartu Hijau atau Green Card untuk kedua kalinya dalam proses revalidasi internasional di Markas Besar UNESCO, Prancis, 28 April 2026.

Pengakuan ini bukan sekadar simbol administratif, tetapi menjadi penanda lanskap vulkanik Lombok, dengan segala kekayaan geologi, budaya, dan kehidupan masyarakatnya, terus memenuhi standar tertinggi dunia dalam pengelolaan kawasan berkelanjutan.

General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menekankan, mempertahankan predikat tersebut jauh lebih sulit daripada meraihnya pertama kali.

"Kartu hijau kedua itu adalah pengakuan dunia atas kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Barat," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Selasa.

Menurut Qwadru, keberhasilan ini menunjukkan Geopark Rinjani-Lombok tetap konsisten menjalankan prinsip konservasi alam, pendidikan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Tiga elemen itu menjadi fondasi penting yang dinilai UNESCO dalam setiap proses revalidasi.

Tim asesor internasional melakukan penilaian menyeluruh, tidak hanya pada panorama alam yang memukau, tetapi juga pada dampak nyata kawasan ini terhadap kesejahteraan warga yang hidup di sekitar lingkar Gunung Rinjani.

Selama empat tahun terakhir, pengelola mencatat sejumlah inovasi penting. Salah satunya memasukkan materi geopark ke dalam kurikulum sekolah lokal, sekaligus memperluas literasi geologi di tingkat komunitas. 

Dengan demikian, warisan bumi tidak hanya dinikmati wisatawan, tetapi juga dipahami dan dijaga Generasi Muda.

Nilai tambah lain dari aspek Mitigasi Bencana. Lombok berada di kawasan rawan gempa tektonik, sehingga integrasi pengetahuan geologi untuk keselamatan wisatawan dan penduduk lokal menjadi prioritas yang mendapat apresiasi khusus dari UNESCO.

Dalam prosesi penyerahan sertifikat di Paris, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar menekankan makna strategis kawasan ini. 

Ia mengatakan Geopark Rinjani-Lombok bukan sekadar tujuan wisata, melainkan ruang belajar alam bagi ilmu pengetahuan global.

Menurutnya, Rinjani adalah permata dalam jaringan taman bumi dunia milik Indonesia.

Keberhasilan ini memberi harapan baru bagi geopark lain di Nusantara. Pemerintah berkomitmen terus mendorong promosi taman bumi nasional di forum internasional.

Pencapaian Rinjani-Lombok diharapkan menjadi inspirasi bagi kawasan lain yang akan menjalani proses revalidasi serupa.

Bagi para pelancong, kabar ini menegaskan satu hal, keindahan alam Lombok bukan untuk dipandang, tetapi juga diwariskan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!