Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026, Catatan Kelam Bersejarah
Rabu, 29 April 2026 | 10:13
Penulis: Arif S

Sumber: PBSI
Indonesia harus menelan pil pahit di Piala Thomas 2026 setelah tersingkir di fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah. Tim putra Merah Putih kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu WIB.
Kekalahan tersebut menjadi noda besar dalam sejarah Bulu Tangkis nasional. Indonesia selama ini dikenal sebagai raksasa Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar juara, sekaligus salah satu negara tersukses di ajang beregu putra paling prestisius di dunia.
Sejak debut pada 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu menembus babak gugur. Prestasi terendah sebelumnya hanya terhenti di Perempat Final pada 2012. Namun kali ini, rekor panjang itu berakhir setelah skuad Indonesia gagal keluar dari fase grup.
BACA JUGA
Indonesia Sikat Aljazair 5-0 di Piala Thomas, Ginting Manfaatkan Waktu Rehat untuk Evaluasi
Anthony Ginting Cepat Adaptasi di Forum Horsens, Indonesia Siap Tempur di Piala Thomas
Indonesia Targetkan Final Piala Thomas 2026, Uber Fokus Lolos Fase Grup
Sebenarnya Indonesia membuka turnamen dengan cukup menjanjikan. Jonatan Christie dan kolega menang telak 5-0 atas Aljazair, lalu menundukkan Thailand dengan skor tipis 3-2. Namun kekalahan dari Prancis di pertandingan terakhir membuat langkah mereka terhenti lebih cepat.
Persaingan di Grup D sangat ketat. Indonesia, Thailand, dan Prancis sama-sama mengoleksi jumlah kemenangan yang seimbang, tetapi selisih kemenangan menjadi faktor penentu. Thailand menjadi juara grup, Prancis merebut status runner-up, sementara Indonesia harus puas finis di posisi ketiga.
Kondisi itu tidak lepas dari kemenangan Thailand 4-1 atas Prancis dan kemenangan telak 5-0 atas Aljazair, yang membuat perhitungan Klasemen menjadi sangat tipis.
Pada duel melawan Prancis, Indonesia berada dalam tekanan setelah kalah di empat partai awal. Jonatan Christie menyerah 19-21, 14-21 dari Christo Popov. Alwi Farhan kemudian kalah 16-21, 19-21 dari Alex Lanier.
Anthony Sinisuka Ginting sempat memberi harapan saat menjalani laga sengit kontra Toma Junior Popov, tetapi akhirnya takluk 22-20, 15-21, 20-22. Kekalahan itu membuat posisi Indonesia semakin sulit.
Nasib Indonesia dipastikan berakhir setelah pasangan ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga tumbang 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenangan Indonesia datang di partai penutup lewat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menundukkan Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11. Namun hasil itu tak cukup menyelamatkan langkah Indonesia.
Hasil di Horsens menjadi pukulan telak bagi tradisi panjang Indonesia di Piala Thomas. Lebih dari itu, kegagalan ini membuka ruang evaluasi besar terhadap masa depan sektor Bulu Tangkis putra nasional.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!