David Liberty Nuban Tembus 1.000 Points Club IBL, Hornbills Kirim Pesan ke Pesaing
Jumat, 20 Februari 2026 | 18:08
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-IBL
Tidak semua milestone datang dengan dramatis. Tapi ketika David Liberty Nuban melepaskan tembakan tiga angka di kuarter pertama dan bola itu bersarang ke ring, suasana di GOR Laga Tangkas langsung berubah.
Itu bukan sekadar tripoin tetapi poin ke-1.000 dalam kariernya di Indonesian Basketball League (IBL).
Pebasket Bogor Hornbills David Liberty Nuban menorehkan prestasi dengan masuk 1.000 Points Club IBL, saat timnya menang 109-76 melawan Dewa United Bogor.
Laman IBL, Kamis, menyatakan pemain kelahiran 24 Juli 1998 itu memastikan pencapaian tersebut pada kuarter pertama, melalui tembakan tiga angka yang disambut riuh suporter tuan rumah.
Momentum itu seperti membuka keran kepercayaan diri Nuban. Ia tak berhenti di situ.
Malam Efisien dan Paling Produktif Musim Ini
Sepanjang laga, Nuban tampil agresif namun terkontrol. Ia membukukan 18 poin, menjadi poin tertingginya musim ini.
Tak hanya itu, enam tembakan tiga angka dari 13 percobaan menjadi catatan terbanyak dalam kariernya di liga.
Efektivitas dari perimeter menjadi senjata utama Hornbills dalam membongkar pertahanan Dewa United.
Hingga pekan ketujuh, ia mencetak rata-rata 6,4 poin per laga, melampaui dua musim sebelumnya saat membela RANS Simba Bogor dan Prawira Bandung.
Meski demikian, rata-rata poin tertinggi dalam kariernya dicetak saat memperkuat Satya Wacana Salatiga pada musim 2021. Saat itu dia membuat rata-rata 9,7 poin per laga.
Artinya, grafik performanya bersama Hornbills masih berpotensi menanjak.
Empat Jersey, Satu Tonggak
Hornbills menjadi tim keempat dalam perjalanan profesional Nuban di IBL.
Ia memulai karier bersama Satya Wacana selama empat musim. Lalu tiga musim berikutnya ia habiskan bersama RANS (2022–2024).
Pada 2025, ia sempat berseragam Prawira sebelum akhirnya bergabung dengan Hornbills pada 2026.
Tonggak 1.000 poin ini bukan hanya simbol konsistensi, tetapi juga bukti daya tahan di liga yang semakin kompetitif.
Di usia 27 tahun, Nuban masih berada dalam fase produktif—cukup matang secara pengalaman, namun tetap dalam puncak fisik.
Hornbills Kirim Sinyal ke Papan Atas
Kemenangan 109-76 atas Dewa United bukan sekadar kemenangan reguler. Dominasi sudah terlihat sejak kuarter pertama lewat serangan cepat dan akurasi tembakan jarak jauh yang efektif.
Tripoin Nuban yang mengukuhkan 1.000 Points Club seperti menjadi nada pembuka malam dominan Hornbills. Sejak saat itu, tuan rumah mengontrol tempo dan menjaga jarak skor.
Hasil ini memperkokoh posisi Hornbills di papan atas Klasemen IBL dan mengirim pesan jelas ke pesaing bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan.
Bagi Nuban, angka 1.000 mungkin hanya awal. Dengan ritme permainan stabil dan peran yang semakin jelas dalam sistem tim, koleksi poinnya berpeluang terus bertambah.
Di GOR Laga Tangkas, satu tripoin menjadi sejarah. Kini, tantangannya adalah menulis bab berikutnya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!