Prioritaskan Keselamatan Wisatawan, Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan Ketat Ebola
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:38
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Persiapan menuju Piala Dunia 2026 tidak hanya dilakukan di stadion dan fasilitas pendukung turnamen. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada juga memperkuat aspek kesehatan perjalanan dengan menerapkan langkah pencegahan penyebaran Ebola demi memastikan keamanan warga maupun wisatawan yang akan datang ke Amerika Utara.
Ketiga negara tuan rumah sepakat memperketat aturan perjalanan bagi pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah Afrika dengan risiko tinggi penyebaran Virus Ebola.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung mulai 12 Juni 2026.
BACA JUGA
Awal 2026, 1 Juta Turis Asing Masuk Indonesia, Traveling Makin Bergairah
Duel Sengit di Grup A Piala Dunia 2026, 4 Tim Punya Peluang Sama ke Fase Gugur
Target 17,6 Juta Wisman 2026, Pemerintah Perkuat Strategi Konektivitas dan Kualitas Destinasi
Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menegaskan keselamatan publik menjadi prioritas utama selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
"Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi saat kami menyambut dunia ke Amerika Utara," bunyi pernyataan itu dilansir Al Jazeera, Sabtu 30 Mei 2026.
Kebijakan ini muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan global.
WHO juga memperingatkan adanya risiko penyebaran penyakit tersebut ke negara di sekitarnya.
Sebagai salah satu negara yang akan menerima jutaan wisatawan selama Piala Dunia, Amerika Serikat mengambil langkah tegas. Mereka membatasi masuknya warga non-AS yang baru melakukan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan.
Kebijakan tersebut kemudian diperluas Centers for Disease Control and Prevention hingga pemegang green card yang dalam 21 hari terakhir diketahui berada di ketiga negara tersebut.
Kanada juga menerapkan kebijakan serupa. Sejak Rabu, pemerintah Kanada memberlakukan larangan masuk selama 90 hari bagi warga dari wilayah terdampak wabah Ebola.
Tak hanya itu, warga Kanada, penduduk tetap, maupun warga asing yang baru tiba dari wilayah terdampak diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari apabila tidak menunjukkan gejala penyakit.
Sementara itu, Meksiko memilih memperkuat sistem pengawasan kesehatan di pintu masuk negara. Pemerintah meningkatkan pemeriksaan Ebola di Bandara Internasional yang menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan.
Melalui Menteri Kesehatan David Kershenovich, pemerintah Meksiko meminta masyarakat menunda perjalanan ke Republik Demokratik Kongo.
Selain itu mereka mengimbau para pendatang dari negara tersebut untuk melakukan karantina mandiri selama 21 hari.
Langkah tiga negara tuan rumah menunjukkan, penyelenggaraan Event Olahraga berskala global tidak hanya berkaitan dengan kesiapan infrastruktur dan transportasi, tetapi juga kesiapan menghadapi potensi risiko kesehatan masyarakat.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!