Tak Sekadar Pantai, Tanjung Kelayang Bangun Wisata Premium Berbasis Konservasi
Senin, 6 Juli 2026 | 11:43
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Belitung terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Kini, bukan hanya terkenal dengan pantai granit dan laut birunya, Pulau Belitung juga tengah membangun pengalaman wisata premium yang mengedepankan konsep berkelanjutan melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang.
Seiring meningkatnya akses menuju Belitung, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu gerbang utama wisata internasional di Indonesia. Kehadiran penerbangan langsung dari Singapura menuju Belitung menjadi sinyal positif yang membuka peluang lebih besar bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan pulau tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai konektivitas udara menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing Belitung di kancah pariwisata global.
BACA JUGA
Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata Bangkit
7 Tempat Glamping Terbaik di Dunia, Inspirasi Liburan Mewah Kembali ke Alam
Upaya Kemenpar Perkuat Daya Saing Belitung Sebagai Destinasi Unggulan
“KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Widiyanti, semakin mudah akses menuju Belitung, semakin besar pula peluang kawasan tersebut menarik wisatawan asing sekaligus memperkuat citra Belitung sebagai destinasi prioritas nasional.
Penerbangan langsung yang dioperasikan Scoot dari Singapura dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas akses internasional menuju Belitung, khususnya kawasan KEK Tanjung Kelayang.
Selain wisata pantai, Belitung juga memiliki kekuatan pada sektor geowisata, budaya lokal, wisata kuliner, hingga desa wisata berbasis masyarakat yang semakin diminati wisatawan pencari pengalaman autentik.
Tawarkan Konsep Wisata Premium Berbasis Konservasi
Di balik keindahan pantainya, KEK Tanjung Kelayang atau Tanjung Kelayang Reserve kini berkembang sebagai destinasi wisata premium yang mengutamakan keseimbangan antara investasi dan pelestarian lingkungan.
Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola kawasan, Daniel Alexander Napitupulu, menjelaskan kawasan seluas 324,4 hektare tersebut terus menarik investasi baru tanpa mengabaikan prinsip pembangunan rendah emisi karbon.
Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah resor berkonsep low density atau berkepadatan rendah. Pengembangannya memanfaatkan material yang tersedia di dalam kawasan sehingga lebih ramah lingkungan sekaligus menjaga karakter alam Belitung.
Selain akomodasi, kawasan ini juga mulai menghadirkan berbagai aktivitas wisata minat khusus yang memberikan pengalaman berbeda dibanding destinasi pantai pada umumnya.
Bukan Hanya Pantai, Kini Ada Pickleball hingga Sunset Cruise
Liburan di Tanjung Kelayang kini semakin beragam. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati panorama laut, tetapi juga mencoba berbagai fasilitas olahraga yang mulai menjadi tren.
Lapangan pickleball yang telah beroperasi mendapat respons positif dari wisatawan. Melihat antusiasme tersebut, pengelola berencana menambah satu lapangan tenis, satu lapangan pickleball baru, serta satu lapangan padel.
Tak hanya itu, pusat kebugaran juga akan dibangun di desa yang berada dalam kawasan untuk melengkapi pilihan aktivitas wisata.
Bagi pecinta wisata bahari, pengalaman berlayar juga menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah kapal wisata kini disiapkan bukan hanya sebagai moda transportasi antarpulau, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman liburan.
Wisatawan nantinya dapat menikmati makan malam di atas kapal sambil menyaksikan matahari terbenam melalui program sunset cruise yang semakin populer di berbagai destinasi wisata premium dunia.
Setengah Kawasan Didedikasikan untuk Alam Liar
Hal yang membuat Tanjung Kelayang Reserve berbeda adalah komitmennya terhadap konservasi.
Sekitar 50 persen dari total area seluas 324,4 hektare dipertahankan sebagai kawasan konservasi yang dikelola bersama resident biologist. Berbagai program pelestarian rutin dilakukan untuk menjaga ekosistem asli Belitung.
Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai satwa langka seperti trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, hingga elang laut.
Sementara itu, dari sisi flora, wisatawan juga dapat menemukan Hopea bilitonensis atau pohon pelepah yang merupakan tanaman endemik Belitung. Ada pula ghost orchid atau anggrek hantu, spesies anggrek unik yang tidak memiliki klorofil dan bertahan hidup melalui hubungan simbiosis dengan jamur.
Tanjung Kelayang Reserve juga dikenal sebagai habitat alami jamur pelawan yang menjadi salah satu kekayaan hayati khas Pulau Belitung.
Mengandalkan Air Hujan Demi Menjaga Lingkungan
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diterapkan dalam pengelolaan sumber daya air.
Daniel menjelaskan seluruh kebutuhan air di kawasan tidak berasal dari air tanah, melainkan memanfaatkan air hujan yang ditampung sebagai sumber utama.
“Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa,” ungkap Daniel.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan kawasan wisata tetap berkembang tanpa mengorbankan ekosistem alam yang menjadi daya tarik utamanya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!