ID EN

Tak Lagi Destinasi Mainstream, ASEAN-Rusia Siapkan Arah Baru Wisata

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:54

Penulis: Arif S

Pantai LLBK di Kota Kupang, NTT
Ilustrasi - Panorama Pantai LLBK di Kota Kupang, NTT.
Sumber: Antara/Yoseph Boli Bataona

Pertemuan ke-5 Menteri Pariwisata ASEAN-Rusia menyepakati langkah bersama untuk mendorong eksplorasi destinasi yang kurang dikenal sebagai upaya memperluas diversifikasi Produk Pariwisata.

Kesepakatan tersebut diambil dalam penyelenggaraan 5th M-ATM Plus Rusia di Cebu, Filipina, pada Jumat 30 Januari 2026.

Pertemuan ini dipimpin Menteri Pariwisata Filipina Christina Garcia Frasco dan diketuai bersama Direktur Departemen Kerja Sama Ekonomi Rusia, Nikita Kondratyev.

“Menyadari pentingnya diversifikasi Produk Pariwisata, pertemuan mendorong eksplorasi keterkaitan tematik ASEAN-Federasi Rusia, termasuk destinasi yang kurang dikenal, jalur perjalanan sub kawasan, serta pengalaman wisata dengan durasi tinggal yang lebih panjang,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Dalam pertemuan tersebut, para Menteri mencatat besarnya potensi pemanfaatan kemitraan publik-swasta dan platform digital untuk mendukung diversifikasi pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pariwisata dari kedua kawasan.

Para menteri Pariwisata ASEAN dan Rusia turut menegaskan kembali pentingnya kerja sama Pariwisata ASEAN-Rusia dalam memperkuat Pertukaran Budaya, memperdalam konektivitas antar masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Data Kunjungan Wisata juga menjadi perhatian dalam pertemuan ini. Jumlah Kunjungan Wisatawan dari negara-negara anggota ASEAN ke Rusia pada periode Januari-September 2025 tercatat mencapai 54.000 orang. 

Sementara itu, sekitar 2,1 juta warga negara Federasi Rusia melakukan perjalanan ke negara-negara ASEAN hingga triwulan ketiga tahun 2025.

ASEAN dan Rusia juga mencatat keberhasilan penyelesaian Rencana Kerja Sama Pariwisata ASEAN-Federasi Rusia 2022-2025 yang telah memfasilitasi kerja sama produktif dalam pertukaran pariwisata, pengembangan kapasitas, serta berbagai kegiatan promosi bersama.

Selanjutnya, para menteri pariwisata menyambut baik adopsi Rencana Kerja Sama Pariwisata ASEAN–Federasi Rusia 2026–2030. 

Rencana kerja ini menekankan penguatan ketahanan pariwisata, peningkatan fasilitasi perjalanan, pengembangan pariwisata digital dan berkelanjutan, serta pengembangan tenaga kerja sektor pariwisata.

Pertemuan tersebut juga mencatat diperkenalkannya sejumlah bidang kerja sama baru, termasuk pelatihan keterampilan pariwisata digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan analitik pariwisata, serta promosi produk dan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.