Pesona Sejuk Bedugul, Kebun Raya Bali Jadi Favorit Libur Nataru 2025/2026
Minggu, 4 Januari 2026 | 19:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Lonjakan wisatawan terjadi di Kebun Raya Bali selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Destinasi hijau yang berada di kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan, ini menjelma menjadi salah satu magnet utama Liburan Akhir Tahun, dengan jumlah pengunjung menembus angka 20 ribu orang.
Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 12 ribu kunjungan.
Tingginya minat wisatawan menunjukkan Kebun Raya Bali kian relevan sebagai destinasi liburan yang memadukan alam, edukasi, dan hiburan dalam satu kawasan.
BACA JUGA
Ini Alasan Bali Masih Jadi Surga Wellness di Indonesia
Menyusuri Cahaya di Bedugul, Kebun Raya Bali Kembangkan Program Eksplorasi Kunang-kunang
Indonesia Tourist Travel Pack Bikin Wisata Bali Makin Digital dan Ramah Wisatawan Asing
"Rata-rata kunjungan mencapai 3.000-5.000 orang per hari," kata Manajer Kebun Raya Bali I Dewa Putu Pasnadi Putra di Tabanan, Bali, Minggu, 4 Januari 2026.
Puncak lonjakan terjadi tepat pada 1 Januari 2026. Pada hari pertama tahun baru itu, jumlah pengunjung mencapai sekitar 10 ribu orang. Angka ini sekaligus mencatatkan peningkatan hingga 77 persen dibandingkan perayaan Tahun Baru 2025.
Tak sekadar menawarkan lanskap alam pegunungan, Kebun Raya Bali juga menghadirkan pengalaman liburan yang lebih hidup melalui berbagai agenda khusus akhir tahun.
Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah bazar akhir tahun yang menghadirkan pelaku UMKM lokal, pertunjukan seni, aktivitas olahraga dan kebugaran, hingga lokakarya merangkai bunga. Suasana semakin hangat dengan alunan musik akustik yang menemani pengunjung menikmati udara sejuk Bedugul.
Bazar tersebut digelar sejak Rabu, 31 Desember 025, hingga Minggu, setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WITA, menjadikannya agenda favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan santai sekaligus mendukung produk lokal.
Ia menjelaskan selain memberikan wadah untuk UMKM di sekitar Kebun Raya Bali, bazar juga untuk memberikan hiburan yang menarik dan atraktif kepada pengunjung.
Dengan luas mencapai 157,5 hektare, Kebun Raya Bali menawarkan ruang terbuka hijau yang luas dan tertata. Harga tiket masuknya pun relatif terjangkau, yakni Rp15.500 per orang pada hari biasa dan Rp25.500 saat hari libur, menjadikannya destinasi ramah kantong bagi wisatawan muda maupun keluarga.
Berada di Desa Candikuning, kawasan ini dikenal dengan hawa sejuk khas pegunungan. Dari sejumlah titik, pengunjung dapat menikmati panorama Danau Beratan dari ketinggian hingga sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, menjadikannya spot favorit untuk bersantai sekaligus berburu foto.
Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, Kebun Raya Bali yang diresmikan pada 1959 juga berperan sebagai pusat penelitian dan edukasi. Kawasan ini secara khusus ditujukan untuk pelestarian tumbuhan tropika Indonesia bagian timur serta menjadi pusat koleksi Gymnospermae atau tumbuhan berdaun jarum dari berbagai belahan dunia.
Perpaduan alam, budaya, edukasi, dan hiburan membuat Kebun Raya Bali bukan sekadar tempat jalan-jalan, melainkan Destinasi Wisata hijau yang terus berevolusi mengikuti kebutuhan traveler masa kini, terutama Generasi Muda yang mencari pengalaman liburan bermakna dan berkelanjutan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!