Taman Cempulutan, Objek Wisata Baru dengan Alam Sebagai Daya Tarik Utama
Sabtu, 3 Januari 2026 | 14:44
Penulis: Arif S

Sumber: Pemprov Jateng
Di lereng perbukitan Karangmoncol, sebuah ruang hijau baru tumbuh bukan hanya sebagai tempat berlibur, tetapi juga sebagai motor Penggerak Ekonomi Desa. Taman Cempulutan di Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, resmi dibuka sebagai Destinasi Wisata berbasis alam.
Objek wisata ini langsung dikelola masyarakat desa melalui BUMDes Krida Mukti Desa Kramat.
Direktur BUMDes Krida Mukti, Musodik, menjelaskan Taman Cempulutan mengusung konsep wisata alam ramah keluarga dengan fasilitas lengkap.
BACA JUGA
Wisata Edukasi Petik Melon Jadi Daya Tarik Baru Kabupaten Batang
2.000 Pelari Meriahkan Fun Run Borobudur, Penutup Megah Borobudur Marathon 2025
Jawa Tengah Kian Mendunia Berkat Borobudur Marathon
Taman Cempulutan menawarkan fasilitas kolam renang anak, taman bermain, gazebo, musala, aula pertemuan, serta area perkemahan (camping ground area).
“Jadi di sini ada tempat camping. Kalau masyarakat ingin mengadakan acara atau pertemuan, kami juga menyediakan aula,” ujarnya, saat peresmian Taman Cempulutan, beberapa waktu lalu dikutip dari laman Pemprov Jateng.
Alam sebagai Daya Tarik Utama
Kolam renang di Taman Cempulutan menjadi salah satu daya tarik utama karena menggunakan sumber air alami dari Sungai Singa yang mengalir di wilayah Desa Kramat.
Berenang di air segar dan alami memberikan pengalaman berenang berbeda bagi pengunjung.
Dengan konsep inklusif, harga tiket pun dibuat terjangkau.
Dengan tiket lima ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati semua fasilitas yang tersedia. Namun untuk aktivitas tertentu seperti berkemah, dikenakan biaya tambahan karena pihak pengelola menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk tenda.
“Harapannya, Taman Cempulutan ini bisa menjadi sumber pemasukan bagi BUMDes dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Menurut Musodik, pembangunan kawasan wisata ini bersumber dari dukungan desa. Selain menikmati suasana alam, pengunjung juga dapat mencicipi Kopi Sigotak, kopi robusta khas Desa Kramat yang menjadi produk unggulan desa.
Wisata Terhubung dan Edukatif
Kepala Desa Kramat, Jarwani, menekankan pengembangan Taman Cempulutan merupakan bagian dari strategi jangka panjang desa.
"Kami berharap setelah diluncurkannya Taman Cempulutan ini, kawasan wisata ini dapat menjadi jembatan lahirnya wahana-wahana lain yang mendukung berkembangnya wisata konservasi Sigotak Desa Kramat atau Siregol Argo Buthak,” katanya.
Menurut Jarwani, kehadiran Taman Cempulutan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi pelestarian lingkungan, serta penggerak ekonomi masyarakat.
Dengan konsep terintegrasi, pengunjung Taman Cempulutan dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai Destinasi Alam di sekitarnya, seperti wisata konservasi alam, wisata petualangan, atau sekadar menikmati lanskap perbukitan dan air terjun.\
Keselamatan dan Kenyamanan
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sumarsono, mengapresiasi tumbuhnya destinasi wisata baru di wilayahnya. Namun, ia menekankan pentingnya standar keselamatan seperti lifeguard, pelampung, dan petugas yang selalu siaga.
Selain aspek keselamatan, Sumarsono juga mendorong pengelola untuk menerapkan nilai-nilai Sapta Pesona guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!