ID EN

Wisata Edukasi Petik Melon Jadi Daya Tarik Baru Kabupaten Batang

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:25

Penulis: Arif S

Wisata Edukasi Petik Melon
Wisata baru petik melon di Kabupaten Batang, Jateng.
Sumber: Pemkab Batang

Di balik hamparan sawah dan perkampungan tenang di pesisir utara Jawa, sebuah inisiatif baru mengubah cara orang memandang pertanian desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Depok membuka wisata edukasi petik buah melon di Greenside Farm Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa 20 Januari 2026.

Terletak di Kabupaten Batang, tepatnya di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, destinasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman memetik buah segar langsung dari pohonnya, tetapi juga menghadirkan pelajaran tentang pertanian modern berbasis greenhouse.

Dari Lahan Desa Menjadi Ruang Belajar Terbuka

Kepala Desa Depok Kaminoto mengatakan, wisata ini dikembangkan sebagai upaya mendorong minat masyarakat terhadap budidaya buah sekaligus meningkatkan perekonomian desa.

“Selama ini menanam buah sering dianggap kurang menjanjikan karena banyak hama. Namun dengan sistem greenhouse seperti yang dilakukan BUMDes Desa Depok, Alhamdulillah bisa berhasil dan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya dikutip dari laman Pemkab Batang.

Greenhouse seluas sekitar 400 meter persegi itu menaungi kurang lebih 1.200 pohon melon. Tiga varietas dibudidayakan secara intensif, yaitu Inthanon, The Blues, dan Sweet Lavender, masing-masing menawarkan karakter rasa dan aroma berbeda, dari manis lembut hingga segar renyah.

Menurutnya, melon memiliki peminat cukup tinggi di masyarakat. Karena itu, BUMDes memutuskan untuk mengembangkan komoditas ini.

Pengalaman Memetik, Menimbang, dan Menikmati

Di Greenside Farm, pengalaman wisata dirancang sederhana namun personal. Pengunjung berjalan di ANTARA barisan tanaman tertata rapi, memilih buah dengan tingkat kematangan yang diinginkan, lalu memetiknya.

Setelah mendapatkan melon yang diinginkan, pengunjung kemudian membayar sesuai berat bersih buah tersebut.

“Harganya Rp30 ribu per kilogram. Pengunjung bebas memilih varietas yang disukai,” ungkapnya.

Interaksi langsung dengan tanaman membuat pengalaman ini terasa lebih intim dibandingkan sekadar membeli buah di pasar. 

Anak-anak dapat belajar mengenali varietas. Orang tua memahami teknik budidaya modern, sementara desa memperoleh nilai tambah dari sektor wisata edukasi.

Musim Panen, Musim Harapan

Untuk tahap awal, Wisata Petik Melon ini dibuka mulai 20 Januari 2026 dan akan buka setiap hari hingga masa panen berakhir.

Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi desa menuju model pertanian modern yang adaptif dan berkelanjutan. Tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga menjual pengalaman dan pengetahuan.

Ia berharap, keberhasilan program ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha pertanian modern di Desa Depok.

“Ke depan, tidak hanya melon, tetapi juga tanaman lain yang bisa menggairahkan perekonomian Desa Depok dan Kabupaten Batang,” pungkasnya.

Konsep wisata edukasi petik buah melon, Desa Depok ebih dari sekadar menanam hortikultura tetapi juga optimisme baru tentang masa depan pertanian dan Pariwisata berbasis komunitas di Batang.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!