Bocoran Media Kanada, Nilai Kontrak John Herdman Lebih Murah dari Shin Tae-yong
Minggu, 28 Desember 2025 | 15:16
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Nama John Herdman kian menguat sebagai calon pelatih tim nasional Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut disebut telah mendapatkan lampu hijau dari PSSI dan hanya tinggal menunggu momen perkenalan resmi sebagai nahkoda baru skuad Garuda.
Salah satu aspek yang paling menyita perhatian publik adalah nilai kontrak yang akan diterima Herdman. Ia dikabarkan bakal memperoleh gaji sekitar Rp670 juta per bulan, angka yang dinilai cukup realistis di tengah situasi federasi yang tengah melakukan penataan ulang.
Pasca kegagalan era Patrick Kluivert, PSSI memang disebut lebih berhati-hati dalam menentukan sosok pelatih kepala. Evaluasi menyeluruh dilakukan setelah target besar gagal dicapai, sementara federasi juga dibebani kewajiban finansial berupa kompensasi usai mendepak Shin Tae-yong dan melepas Patrick beserta stafnya.
BACA JUGA
John Herdman Sudah Kontak Pemain Timnas Indonesia Sebelum Resmi Menjabat
Dari Warisan Indra Sjafri ke Visi John Herdman: PSSI di Titik Balik Sistemik
John Herdman Mulai dari Peringkat ke-122, Seberapa Jauh Ranking FIFA Indonesia Bisa Naik?
Dalam kondisi tersebut, memilih pelatih berpengalaman dengan rekam jejak internasional dianggap sebagai langkah paling masuk akal. Herdman masuk dalam kategori itu, terlebih dengan catatan prestisius membawa timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian yang mengangkat reputasinya di level global.
Media lokal asal Toronto, Wakin The Red, mengungkap bocoran terkait kepindahan Herdman ke Indonesia. Dalam laporannya, media tersebut menyebut bahwa mantan pelatih Toronto FC itu akan menerima gaji bulanan sekitar Rp670 juta jika resmi menukangi Timnas Indonesia.
Sebagai perbandingan, Shin Tae-yong sebelumnya dikabarkan menerima gaji sebesar Rp1,9 miliar per bulan pada kontrak keduanya bersama timnas Indonesia, meningkat signifikan dari kontrak awal yang berada di kisaran Rp1 miliar per bulan.
"Gaji bulanan sebesar US$40.000 (Rp.670.892.000) dilaporkan menjadi faktor penentu."
"Saat Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) memutuskan untuk menunjuk mantan pelatih Kanada sebagai pelatih kepala tim nasional pria Indonesia," tulis laporan Wakin The Red.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa Herdman tidak sepi peminat. Beberapa federasi lain dikabarkan sempat mengajukan ketertarikan untuk menggunakan jasanya, mengingat reputasi dan pengalaman yang dimilikinya.
Namun, Indonesia dinilai tampil paling agresif dan visioner dalam menyusun tawaran. Selain nilai finansial yang jelas, PSSI juga mengajukan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, skema yang memberikan kepastian sekaligus ruang kerja jangka menengah.
Ketertarikan dari Honduras dan Jamaika pada akhirnya tidak berujung kesepakatan. Struktur tawaran yang diajukan Indonesia dianggap lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan Herdman dalam melanjutkan karier kepelatihannya.
"Meskipun Honduras menunjukkan minat, dan Jamaika sempat menjadi tujuan yang realistis."
"Struktur tawaran Indonesia baik dari segi durasi maupun nilai finansial terbukti menjadi faktor penentu bagi Herdman," terangnya.
Menariknya, Wakin The Red juga menilai bahwa penunjukan Herdman merupakan keputusan strategis bagi PSSI. Langkah ini dipandang sebagai upaya paling masuk akal untuk meredam tekanan publik yang belakangan meningkat, terutama terhadap kepemimpinan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Proyek Herdman tidak hanya diarahkan sebagai solusi instan, tetapi juga sebagai fondasi jangka panjang. Target utamanya adalah menjaga konsistensi performa timnas Indonesia agar mampu bersaing secara berkelanjutan di level Asia dan internasional.
"Setidaknya, ia diharapkan tetap memimpin hingga akhir masa jabatan Presiden PSSI Erick Thohir pada 2027."
"Memberikan tingkat kontinuitas yang seringkali kurang dalam sepak bola Indonesia," tutupnya.










