ID EN

Golf Indonesia Tutup SEA Games 2025 dengan Perak dan Perunggu

Senin, 15 Desember 2025 | 16:00

Penulis: Respaty Gilang

Atlet Golf Indonesia
Pegolf putra Indonesia Rayhan Abdul Latief.
Sumber: Antaranews

Tim golf Indonesia menutup rangkaian pertandingan SEA Games Thailand 2025 dengan raihan satu medali perak dan satu perunggu. Bertanding di Siam Country Club Pattaya, Chonburi, Minggu, 14 Desember 2025, hasil ini menjadi refleksi persaingan ketat sekaligus progres yang terus dibangun oleh cabang olahraga golf nasional di level Asia Tenggara.

Pelatih Tim Golf Indonesia Alga Topan menilai perjuangan para atlet patut diapresiasi, mengingat kualitas kompetisi yang merata dan tekanan tinggi sepanjang turnamen.

"Pertandingan berjalan sangat ketat. Setiap tim berjuang maksimal untuk meraih medali dan mencatatkan skor terbaik," kata Pelatih Tim Golf Indonesia Alga Topan mengapresiasi perjuangan para atlet dalam persaingan ketat sepanjang turnamen.

Medali perak Indonesia datang dari sektor beregu putra. Tim yang diperkuat Kenneth Henson Sutianto, Rayhan Abdul Latief, dan Amadeus Christian Susanto mencatatkan total skor 851. 

Perolehan tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua, di bawah Thailand yang tampil dominan dengan skor 831. Vietnam harus puas di posisi ketiga dengan total skor 857.

Penampilan tim putra Indonesia menunjukkan konsistensi permainan sejak hari pertama. Meski harus mengakui keunggulan tuan rumah, Indonesia mampu menjaga tekanan hingga ronde terakhir, terutama dalam menjaga stabilitas skor di hole-hole krusial.

Sementara itu, sektor putri menyumbangkan medali perunggu melalui trio Sania Talita Wahyudi, Bianca Naomi Amina Laksono, dan Elaine Widjaja. Tim putri Indonesia membukukan total skor 595, berada di belakang Thailand yang meraih emas dengan skor 558 dan Singapura yang finis di posisi kedua dengan skor 593.

Meski belum mencapai target tertinggi, Alga menilai hasil tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan golf Indonesia. Menurutnya, performa para atlet menunjukkan peningkatan kualitas, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.

Alga juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi para atlet selama empat hari kompetisi. Karakter lapangan dan kondisi cuaca menjadi faktor krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan.

"Selama empat hari pertandingan, cuaca cukup panas dengan angin kencang dari berbagai arah karena lokasi lapangan yang dekat dengan kawasan pantai," kata Alga.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut konsistensi tinggi serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat di setiap hole. Faktor angin dan panas ekstrem membuat margin kesalahan menjadi sangat kecil, sehingga fokus dan manajemen permainan menjadi kunci.

Menurut Alga, tantangan serupa juga dirasakan seluruh peserta, sehingga hasil akhir benar-benar mencerminkan kesiapan teknis dan mental setiap tim. Dari sudut pandang pembinaan, pengalaman bertanding di level ini menjadi modal berharga bagi atlet Indonesia untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya.

Di luar aspek teknis, Alga turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang berperan dalam persiapan hingga pelaksanaan tim golf Indonesia di SEA Games 2025.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia, serta PB PGI," kata Alga.

Raihan satu perak dan satu perunggu ini memang belum sepenuhnya memenuhi ambisi tertinggi, namun tetap menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembinaan golf nasional. Dengan evaluasi menyeluruh dan kompetisi berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing di level regional maupun internasional pada masa mendatang.