ID EN

Hideki Matsuyama Menutup Musim dengan Gelar Hero World Challenge Lewat Drama Playoff

Senin, 8 Desember 2025 | 15:04

Penulis: Respaty Gilang

Hideki Matsuyama
Hideki Matsuyama.
Sumber: Tangkap layar YouTube TenGolf

Hideki Matsuyama menutup musimnya dengan cara yang sama seperti ia memulainya, meraih kemenangan. Pegolf asal Jepang itu menjuarai Hero World Challenge, pada Minggu, 7 Desember 2025, waktu setempat, setelah menuntaskan ronde final dengan 8-under 64 dan memastikan gelar lewat birdie pada hole playoff pertama untuk mengalahkan Alex Noren.

Matsuyama, yang mengawali tahun ini dengan mencetak rekor skor to-par PGA Tour saat menang di Kapalua, kembali menunjukkan kelasnya di Albany Golf Club. Momen krusial tercipta ketika ia melakukan hole-out dari jarak 116 yard di fairway hole 10 untuk eagle. Pukulan itu membuatnya mengejar Sepp Straka, melampaui Scottie Scheffler, dan mengambil alih pimpinan papan skor.

Di sisi lain, Alex Noren, yang baru bisa memulai musimnya pada Mei karena cedera hamstring, menampilkan permainan impresif di sembilan hole terakhir. Ia menyamakan skor Matsuyama lewat putt birdie dari jarak 18 kaki di hole terakhir untuk menutup pertandingan dengan 64, membuat keduanya sama-sama membukukan 22-under 266 dan memaksa playoff.

Namun drama playoff hanya berlangsung sebentar. Matsuyama, yang dikenal sering melepaskan satu tangan setelah memukul meski hasil pukulannya baik, kali ini bahkan memutar stik 9-ironnya dengan percaya diri. Bola mendarat dengan manis hanya dua kaki dari lubang. Upaya birdie Noren dari jarak 20 kaki meleset tipis di sisi kiri.

“Jaraknya pas buat saya,” kata Matsuyama seperti dikutip dari ESPN. 

“Pada pukulan kedua di hole yang sama sebelumnya, saya sedikit meleset ke kanan. Di playoff, saya bisa mengarah tepat ke target dan menghasilkan pukulan bagus.”

Kemenangan ini menjadi gelar keduanya di turnamen yang digagas Tiger Woods tersebut, setelah edisi 2016.

Sepp Straka, yang memimpin klasemen usai 54 hole dengan satu pukulan di atas Scheffler, mengakhiri turnamen di posisi ketiga setelah mencetak 68. Sementara Scheffler, yang memburu kemenangan ketiga beruntun di Albany, harus puas dengan skor 68 dan posisi keempat bersama juara U.S. Open J.J. Spaun yang mencatat 65.

Perjalanan Scheffler berubah arah di hole 11, par 5. Berjarak 291 yard dari green dan dengan sedikit lumpur di bola, ia memilih menggunakan driver dari fairway. Bola justru melebar ke kiri dan masuk ke bawah semak. Ia harus mengeluarkan bola ke area pasir, kemudian memukul terlalu jauh hingga masuk bunker belakang green. Bunker shot yang brilian menyelamatkannya dari double-bogey, tapi tetap menghasilkan bogey. Di hole berikutnya, bogey lain membuat peluangnya tipis.

Ketika Scheffler tertinggal lima pukulan, Matsuyama justru semakin mantap setelah memasukkan putt birdie dari jarak 30 kaki di hole 13. Scheffler sendiri menutup musim dengan catatan konsisten, tidak pernah finis di luar posisi delapan besar dalam 16 turnamen terakhir sejak Houston Open, Maret lalu.

“Senang bisa tampil di sini untuk melihat sejauh mana progres saya,” kata Scheffler. 

“Beberapa hal yang saya kerjakan akhir-akhir ini mulai terlihat hasilnya. Termasuk fokus utama saya di offseason ada kemajuan yang cukup positif.”

Bagi Matsuyama, kemenangan ini menjadi gelar ke-21 dalam karier profesionalnya di seluruh dunia. Seperti tradisinya, ia mengenakan kaus kuning pada putaran final meski memulai hari tertinggal tiga pukulan. 

Meski gagal memanfaatkan dua hole par 5 di sembilan belakang, ronde tanpa bogey dan pukulan penentu menggunakan 9-iron di playoff sudah cukup mengantarnya meraih trofi dari tangan Tiger Woods untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, ia juga menjadi juara Genesis Invitational 2024 di Riviera, turnamen yang juga diorganisasi Woods.

“Tiger bilang saya harus bikin 10-under hari ini,” ujar Matsuyama sambil tersenyum. 

“Saya memang tidak sampai 10-under, tapi saya sangat senang bisa menang minggu ini.”