Banyuwangi, Gerbang Timur Nusantara Sambut Petualang Laut Dunia Sail to Indonesia 2025
Senin, 6 Oktober 2025 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Di bawah langit biru yang bersih di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi, Minggu pagi, deretan kapal yacht berlayar elegan satu per satu memasuki dermaga.
Kapal ini membawa bendera dari berbagai negara mulai dari Prancis, Inggris, Italia, Denmark, Rusia, Belanda, hingga Australia.
Mereka bukan sekadar pelaut biasa, melainkan bagian dari ekspedisi Sail to Indonesia 2025, ajang yang setiap tahunnya menghubungkan para penjelajah samudra dunia dengan pesona maritim Nusantara.
BACA JUGA
Cuaca Cerah, Pantai Ampenan dan Loang Baloq Ramai Lagi
Penguatan Layanan Penyeberangan Bau-Bau, Nadi Konektivitas Menuju Surga Bahari Wakatobi
Wisata Bawah Laut Tanpa Menyelam, Indonesia Jadi Target Ekspansi Kapal Selam China
Momen ini terasa istimewa bagi Banyuwangi. Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut ramah para peserta di tepi pantai, dengan sapaan khas masyarakat ujung timur Pulau Jawa.
“Selamat datang di Kabupaten Sunrise of Java, kota yang kaya seni budaya dan keindahan alamnya. Kota kami juga dikenal dengan keramahan masyarakatnya,” ujar Ipuk di hadapan para pelaut yang baru menjejakkan kaki di bumi Blambangan.
Kehadiran armada internasional ini bukan hanya simbol pertemuan budaya, tetapi juga peluang besar untuk mempromosikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.
“Kehadiran rombongan kapal yacht Sail to Indonesia 2025 menjadi suatu kehormatan bagi kami, selamat menikmati keindahan dan pengalaman berlayar di Banyuwangi,” lanjut Ipuk.
Suasana penyambutan berlangsung meriah. Alunan gamelan menggema, sementara para penari gandrung menari anggun di bawah sinar matahari, menyambut para tamu laut dengan tarian kebanggaan Banyuwangi yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Para pelaut mengabadikan momen tersebut dengan kamera dan ponsel, menyatu dengan energi hangat masyarakat pesisir.
Tahun ini menjadi kali kedua Banyuwangi dipercaya sebagai salah satu titik singgah ekspedisi maritim internasional yang digagas PT Pelindo.
Sebelumnya, para peserta Sail to Indonesia 2025 telah menempuh perjalanan panjang dari Selandia Baru, mengarungi Samudra Atlantik dan Pasifik, serta singgah di sejumlah destinasi eksotis seperti Tual (Maluku), Labuan Bajo (NTT), Lombok, dan Bali sebelum akhirnya berlabuh di Banyuwangi.
Ekspedisi ini diikuti 32 kapal yacht yang menjadi simbol persahabatan antarbangsa di lautan.
Hingga Minggu, tujuh kapal telah tiba di Marina Boom, sementara puluhan lainnya masih berlayar dari Bali, Lombok, dan Labuan Bajo.
Mereka dijadwalkan tiba secara bergelombang dalam beberapa hari ke depan, dan akan menjelajahi Banyuwangi selama empat hari dari 4 hingga 7 Oktober 2025.
Bagi Banyuwangi, kehadiran para pelaut dunia bukan hanya tentang wisata, tetapi juga tentang memperkuat citra sebagai “Kabupaten Bahari Global”.
Di sini, wisatawan dapat menemukan harmoni antara alam, budaya, dan keramahan lokal dari sunrise di pantai Boom hingga tradisi gandrung yang mewarnai senja.
Dengan semangat Sail to Indonesia 2025, Banyuwangi sekali lagi membuktikan diri sebagai pintu gerbang timur Nusantara yang menyapa dunia, tempat di mana samudra, budaya, dan persahabatan berlabuh dalam satu harmoni indah.(Antara)***










