Pep Sudah Baca Arsenal Tergelincir, City Mulai Gaspol Kejar Puncak Klasemen
Minggu, 7 Desember 2025 | 21:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Pep Guardiola bukan tipe pelatih yang mudah terkejut. Di tengah ketatnya persaingan Liga Inggris 2025/2026, juru taktik asal Spanyol itu mengaku sejak awal sudah membaca satu kemungkinan, Arsenal pasti akan kehilangan poin di beberapa momen krusial. Dan ketika peluang itu datang, Manchester City harus siap menghantam gas penuh.
Hal itulah yang benar-benar terjadi pada akhir pekan ini. Sekitar satu jam setelah Arsenal tumbang 1-2 dari Aston Villa, Etihad Stadium langsung bergemuruh. City menjamu Sunderland dan tanpa basa-basi mengunci kemenangan meyakinkan 3-0, sebuah pernyataan bahwa mereka tidak sedang bercanda dalam perburuan gelar musim ini.
Kemenangan itu membawa City cuma berjarak dua poin dari Arsenal (33 poin) yang masih di puncak klasemen. Dengan kompetisi yang masih panjang, kans City untuk menyalip kembali rivalnya terbuka sangat lebar.
BACA JUGA
Laju Positif City Terhenti, Pep Guardiola Tetap Optimistis dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
Arteta Ungkap Fakta Hubungannya dengan Guardiola Jelang Final di Wembley
Drama di Etihad: Kado untuk Guardiola, Krisis Bagi Liverpool
Guardiola sendiri tidak menutupi bahwa prediksi itu sudah lama tertanam di pikirannya.
"Kami sudah merasa Arsenal akan membuang beberapa poin. Jadi, kalau mau menyusul mereka, kami mesti memenangkan laga demi laga. Dan keberhasilan itu ditentukan bagaimana performa kami di lapangan bukan cuma keberuntungan," ujar Pep, dikutip dari laman resmi Manchester City.
Di mata Guardiola, kemenangan atas Sunderland bukan sekadar tiga poin. Itu adalah bukti bahwa timnya masih beroperasi pada level permainan yang sangat tinggi di momen paling penting musim ini.
"Hari ini mungkin menjadi salah satu penampilan terbaik kami sepanjang musim selama 95 menit," katanya menegaskan.
City Menang Besar, Pep Puas Total
Dari menit pertama, City tampil seperti mesin yang telah disetel ulang. Tempo cepat, dominasi bola, pressing rapi, dan eksekusi akhir yang efisien — semua paket sepak bola khas Guardiola tersaji sempurna.
Gol Ruben Dias pada menit 31 membuka keran. Hanya empat menit berselang, Josko Gvardiol menambah keunggulan lewat penyelesaian yang membuat Etihad pecah. Pada babak kedua, Phil Foden memastikan pesta lewat gol menit 65, menutup laga dengan kemenangan 3-0.
Bagi City, performa sekomplet itu adalah sinyal kuat bahwa mereka mulai menemukan ritme terbaik menjelang periode sibuk pertengahan musim.
Konsistensi, Kunci Pep untuk Perburuan Gelar
Pep tak sekadar memuji. Ia sudah berada di titik ini berkali-kali bersama City, dan ia tahu persis bahwa perburuan gelar Premier League tidak pernah dimenangkan hanya dengan kemenangan besar di satu pekan. Yang menentukan adalah rutinitas, kontinuitas, dan mental baja.
"Berdasarkan pengalaman saya, untuk memenangkan Liga Inggris, yang terpenting adalah konsistensi. Konsistensi datang dari cara anda bermain dan seberapa besar anda berkembang, baik saat anda tertinggal 1-2 maupun ketika unggul 4-1," tegas Pep, pelatih yang sudah mempersembahkan enam gelar Premier League untuk City.
Dengan Arsenal yang mulai goyah dan City yang tampil makin meyakinkan, sisa musim berpotensi jadi salah satu perebutan gelar paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Dan kalau Pep benar, City sedang memanaskan mesin untuk sprint panjang menuju puncak.










