ID EN

Arteta Ungkap Fakta Hubungannya dengan Guardiola Jelang Final di Wembley

Minggu, 22 Maret 2026 | 09:11

Penulis: Respaty Gilang

Manajer Arsenal, Mikel Arteta
Manajer Arsenal, Mikel Arteta.
Sumber: Antaranews/Arsenal

Menjelang laga puncak Piala Liga Inggris Musim 2025/2026, pelatih Mikel Arteta mengungkapkan bahwa hubungannya dengan manajer Pep Guardiola tidak lagi seerat dulu.

Pertandingan final yang mempertemukan Arsenal dan Manchester City akan digelar pada Minggu, 22 Maret 2026, di Wembley Stadium.

"Hubungan kami sudah berubah. Dia di Manchester, saya di London. Kami menangani dua klub berbeda," ujar Arteta, dikutip dari laman Arsenal, Sabtu, 21 Maret 2026.

Pelatih asal Spanyol tersebut menjelaskan bahwa intensitas komunikasi mereka kini jauh berkurang, bahkan hampir tidak pernah bertemu seperti saat masih bekerja bersama.

Arteta dan Guardiola pernah berada dalam satu tim kepelatihan di Manchester City sejak 2016. Dalam periode sekitar tiga tahun, Arteta berperan sebagai asisten Guardiola dan turut membantu klub meraih berbagai gelar, termasuk dua trofi Liga Inggris, satu Piala FA, dan dua Piala Liga Inggris.

"Kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama dan itu penting untuk hubungan kami ini," tutur Arteta.

Meski demikian, Arteta menegaskan bahwa ia tetap menghargai perjalanan dan hubungan profesionalnya bersama Guardiola, yang dinilai memiliki peran besar dalam perkembangan kariernya sebagai pelatih.

"Apa yang saya rasakan soal dia dan perjalanan kami sebelumnya, selalu akan sama. Apa yang dia lakukan untuk saya dan inspirasi yang dia berikan sejauh ini, tidak akan pernah berubah," kata Arteta.

Lebih lanjut, Arteta menekankan bahwa partai final ini bukanlah duel personal antara dirinya dan Guardiola, melainkan fokus utama tetap pada target tim.

"Bukan seperti itu karena di profesi ini (sebagai pelatih-red), kami harus terus belajar dan berkembang. Bagi saya, yang penting adalah kami memenangkan trofi. Itu saja," ujar pria berusia 43 tahun itu.

Arsenal sendiri mengusung ambisi meraih gelar ketiga Piala Liga Inggris sepanjang sejarah klub, setelah terakhir kali juara pada musim 1992/1993.

Sementara itu, Manchester City datang dengan status sebagai salah satu tim tersukses di kompetisi ini, dengan koleksi delapan trofi, termasuk gelar terakhir yang diraih pada musim 2020/2021.