Wisata Malam Eksotis di Kepulauan Seribu: Pulau Tidung Bersinar Seperti Galaksi Tropis
Sabtu, 29 November 2025 | 13:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Pemkab Kepulauan Seribu
Di gugusan pulau yang biasanya dikenal lewat pesona pasir putih dan rindang cemara lautnya, Pulau Tidung menampilkan wajah malam eksotis, penuh cahaya dan ritme kreatif. Pada 25-30 November 2025, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menghadirkan Festival Pulau Bersinar, perayaan sinar tropis yang mengubah lanskap malam Kepulauan Seribu menjadi panggung visual kelas dunia.
“Festival Pulau Bersinar merupakan pesta cahaya skala besar sebagai terobosan baru dalam menghadirkan wisata malam yang estetik, inovatif dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Dinas Parekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari di Jakarta, Jumat 28 November 2025.
Festival ini membuka cara baru memaknai Kepulauan Seribu, bukan hanya sebagai destinasi bahari, tetapi sebagai laboratorium kreativitas yang menyala dari senja hingga larut.
BACA JUGA
Surga Dekat Jakarta, Ini Alasan Pulau Tidung Selalu Jadi Pilihan Liburan Kilat
Pesona Laut Kepulauan Seribu Tarik Ribuan Wisatawan Saat Libur Isra Mikraj
Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Turun di 2025, Alam Tropisnya Tetap Jadi Magnet Jakarta
Lucky menambahkan festival ini merupakan bukti kuat Kepulauan Seribu memiliki potensi sebagai destinasi wisata malam berkelas.
“Festival ini yang merupakan bukti nyata menghadirkan kegiatan kreatif untuk menarik wisatawan datang ke wilayah Kepulauan Seribu dan membuka peluang ekonomi bagi warga setempat," katanya.
Cahaya Menari di Atas Laut
Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Tri Indrawan, menggambarkan festival ini sebagai sebuah pengalaman multisensori yang menghidupkan kembali hubungan manusia dengan alam malam di pulau tropis.
Perhelatan ini mengusung konsep "immersive light experience", memadukan instalasi cahaya, musik, seni visual, dan aktivasi komunitas kreatif dari Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Ia mengatakan terdapat sebelas titik instalasi cahaya spektakuler yang ditempatkan di lokasi strategis Pulau Tidung.
Di antara pepohonan yang siluetnya tertimpa cahaya lembut, wisatawan disambut sajian visual mulai dari projection mapping on trees, laser light, light bridge ambience, wave of light, hingga komposisi artistik seperti “rona rana”, “colorful trees”, “dancing line”, “light shadow”, dan “light ambience”. Jalanan pulau berubah wajah lewat “street decoration” dan sebuah “entrance gate” tematik yang menyambut pengunjung bagai lorong menuju dunia lain.
"Jakarta mau ulang tahun ke 500 tahun dan tidak lupa dengan Kepulauan Seribu, maka kita songsong Jakarta dengan Pulau Bersinar,” kata Tri.
Musik sebagai Denyut Malam Pulau Tidung
Di balik cahaya yang mengalir di sepanjang jalur wisata, ritme musik menambah karakter pada malam tropis ini.
Pulau Tidung menggeliat hidup dengan penampilan musisi dan performer ternama seperti Wina Gacima, Vanny Rizqy, Diskopantera, Namoy Budaya, Dara Fu, Gangstarasta, Irama Pantai Selatan, Gudthings, Pemuda Sinar Mas, hingga Monkey Boots.
Pulau Tropis yang Menyala
Di National Geographic Traveller, perjalanan selalu berangkat dari rasa ingin tahu akan hubungan antara manusia, cahaya, dan ruang.
Pulau Tidung kini menyodorkan lanskap malam yang berbeda. Cahaya yang tidak sekadar menyorot, tetapi bercerita.
Dari jembatan cahaya membentang di atas laut hingga pantulan gelombang warna di permukaan air, festival ini menempatkan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata malam eksotis di Jakarta.(Antara)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!