ID EN

20 Kali ke Melbourne, Mantan Petenis Top Dunia Ini Menyesal Tak Pernah Main Golf

Jumat, 28 November 2025 | 17:30

Penulis: Arif S

Olahraga golf
Ilustrasi - Olahraga golf.
Sumber: Pixabay

Dalam dunia tenis, nama Sir Andy Murray identik dengan petenis bermental baja, trofi Grand Slam, dan perjalanan panjang melintasi kalender tur ATP. Setelah memasuki masa pensiun, Murray mengungkapkan penyesalannya. Ironisnya, itu bukan soal tenis tapi tentang golf.

Dalam perbincangan santai bersama reporter, Ian Abrahams, Murray membuka sisi lain dari kehidupannya, yaitu kecintaan yang mendalam pada golf meski datang terlambat.

“Saya suka berlatih dan berkompetisi. Saya suka menghabiskan waktu bersama teman-teman dan pergi ke tempat-tempat baru,” ujar Murray, dikutip talkSPORT.

Namun pengakuan selanjutnya justru menohok perasaannya sendiri.

“Saya pergi ke banyak kota besar saat bermain tenis, tetapi tidak pernah bermain golf di sana, dan saya sedikit menyesalinya karena sekarang saya menekuni golf,” sambungnya.

Bagi seorang atlet yang pernah mengunjungi Melbourne hampir 20 kali sepanjang kariernya, fakta bahwa kota tersebut memiliki tiga dari 15 lapangan golf terbaik di dunia terasa seperti peluang yang terbuang.

Kini, setelah pensiun, durasi Murray memegang stik golf memang jauh lebih longgar. Tetapi kembali ke Australia hanya sekadar untuk bermain golf tampaknya bukan rencana yang mudah dijalankan.

"Jaraknya cukup jauh untuk kembali bermain golf. Saya tidak yakin istri saya akan mengizinkan saya mengambil waktu sepekan atau 10 hari ke Australia dan bermain golf,” lanjutnya.

Sebagai gantinya, Murray mulai mengikuti lebih banyak kompetisi amatir dan menikmati ritme latihan golf yang sangat berbeda dari tenis.

Ketika ditanya apakah ia akan mencoba jalur profesional, Murray menjawab jujur. Ia mengatakan hanya ingin bermain di lebih banyak turnamen.

Golf memberinya ruang pertumbuhan yang baru, sesuatu yang tetap bisa ia nikmati meski jauh dari tekanan panggung tenis dunia.

“Hal hebat tentang golf adalah Anda dapat melihat dari waktu ke waktu apakah Anda menjadi lebih baik. Tapi saya tentu tidak berusaha untuk mencapai level para pemain tur (turnamen besar),” pungkasnya.***