Portugal Menulis Sejarah! Gelar Pertama Piala Dunia U-17 Diraih Secara Dramatis
Jumat, 28 November 2025 | 06:33
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/FIFA
Portugal akhirnya meraih gela𝘳 pertama Piala Dunia U-17 sepanjang sejarah setelah menaklukkan Austria 1-0 pada laga final di Stadion Internasional Khalifa, Kamis 27 November 2025 malam waktu setempat. Dengan gaya permainan agresif yang menekan sejak menit awal, Selecao das Quinas muda menuliskan bab baru dalam perjalanan sepakbola mereka.
Dikutip dari laman FIFA, kemenangan Portugal atas Austria berkat gol semata wayang Anisio Cabral pada menit ke-32. Umpan silang matang dari Duarte Cunha disambar Cabral menjadi satu-satunya gol di laga penuh tensi.
Bagi Portugal, ini pencapaian monumental. Sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia U-17, prestasi tertinggi sebelumnya hanya peringkat ketiga pada edisi 1989 di Skotlandia. Kini, generasi 2025 membawa pulang trofi yang selama puluhan tahun hanya bisa mereka impikan.
BACA JUGA
Nova Arianto Akui Timnas U-17 Masih Jauh dari Level Asia
Kualifikasi Piala Dunia 2026, John O’Shea Yakin Irlandia Bisa Kunci Ronaldo di Dublin
Fakta dan Analisis: Seberapa Besar Peluang Indonesia Menang di Laga Perdana Piala Dunia U17 Melawan Zambia?
Di sisi lain, Austria punya alasan untuk pulang dengan kepala tegak. Peringkat kedua ini merupakan capaian terbaik mereka sepanjang tampil di Piala Dunia U-17, setelah sebelumnya tak pernah melampaui fase grup.
Italia melengkapi podium dengan mengalahkan Brasil lewat drama adu penalti 4-2, usai kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal.
Jalannya Pertandingan: Portugal Menggebrak
Portugal mengambil inisiatif menyerang. Ketika laga baru berjalan tiga menit, Duarte Cunha sudah melepas tembakan berbahaya tapi masih melebar.
Austria membalas cepat lewat upaya Hasan Deshishku dan Johannes Moser pada menit ke-4, namun keduanya belum menemui sasaran.
Setelah beberapa peluang, Portugal akhirnya memecah kebuntuan pada menit 32 lewat gol Anisio Cabral memanfaatkan umpan Cunha. Skor berubah menjadi 1-0 dan Austria dipaksa mengejar.
Memasuki babak kedua, Austria meningkatkan intensitas. Tendangan bebas Deshishku pada menit 48 menguji refleks kiper Portugal, Romario, yang tampil gemilang sepanjang laga.
Pada menit 81, sundulan Ifeanyi Ndukwe hampir menyamakan kedudukan, namun sekali lagi Romario menggagalkan peluang emas tersebut.
Austria terus menekan hingga akhir, tetapi Portugal bertahan dengan disiplin dan fokus. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai. Satu gol sudah cukup untuk mengantar Portugal mengangkat trofi untuk pertama kalinya.
Dengan kemenangan ini, generasi muda Portugal bukan hanya menutup turnamen dengan kepala tegak, tapi juga membuka harapan baru bagi masa depan sepakbola mereka. Sebuah malam bersejarah di Doha, dan mungkin awal dari era baru sepakbola Portugal.***










