ID EN

Wisata Pedesaan Modern Jadi Daya Tarik Taiwan untuk Wisatawan Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Pameran agrowisata Taiwan bertajuk
Antara/Syaiful Hakim
Sumber: Pameran agrowisata Taiwan

Suasana pedesaan khas Taiwan hadir di tengah hiruk pikuk Jakarta lewat Taiwan Leisure Farm Fair 2026 di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara, pada 22-24 Mei 2026. Mengusung tema “Farm Stay, Fun Stay”, pameran ini menawarkan konsep wisata pedesaan modern, memadukan alam, budaya lokal, dan pengalaman healing yang kini semakin diminati wisatawan muda.

Memasuki tahun kedua, pameran menghadirkan promosi wisata berbasis alam dan keberlanjutan. 

Konsep slow travel, deep travel, hingga wisata santai di pedesaan menjadi fokus utama yang ditawarkan kepada pengunjung.

Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Trust H. J. Lin mengatakan Indonesia menjadi pasar potensial bagi pengembangan wisata pedesaan Taiwan. 

Menurutnya, tren wisata saat ini mulai berubah ke arah perjalanan yang lebih dekat dengan alam dan budaya lokal.

"Kami melihat tren wisata saat ini mulai bergeser ke arah slow living, deep travel, dan pengalaman yang lebih dekat dengan alam. Taiwan ingin menawarkan pengalaman tersebut melalui konsep leisure farm,” katanya.

Taiwan tidak hanya menawarkan wisata kota modern, tetapi juga pengalaman menginap di kawasan pedesaan, perkebunan teh, taman bunga, hingga peternakan wisata yang mengedepankan konsep keberlanjutan.

Menurut Trust Lin, minat Wisatawan Indonesia pada agrowisata Taiwan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 

Tahun lalu, sekitar 40 ribu wisatawan Indonesia tercatat berkunjung ke kawasan wisata pedesaan Taiwan.

"Tahun lalu, sekitar 40 ribu wisatawan datang ke agrowisata Taiwan. Tahun ini, kami berharap bisa naik dua kali lipat menjadi sekitar 80 ribu sampai 90 ribu wisatawan," katanya.

Ia menilai agrowisata menjadi cara efektif untuk memperkenalkan budaya lokal Taiwan kepada wisatawan Indonesia.

“Di sana, mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mengenal budaya lokal Taiwan,” katanya.

Pameran ini diselenggarakan Badan Pengembangan Pedesaan dan Konservasi Tanah dan Air Kementerian Pertanian Taiwan bersama Taiwan Leisure Farm Development Association. 

Sebanyak tujuh perkebunan Wisata Unggulan Taiwan ikut diperkenalkan dalam acara tersebut.

Tak hanya itu, tiga Maskapai Penerbangan nasional dan 10 agen perjalanan asal Indonesia yang menawarkan lebih dari 30 paket wisata tematik ke Taiwan.

Area pameran dibagi menjadi empat zona utama, Wisata Berkelanjutan, wisata memetik buah, wisata bunga, dan wisata teh Taiwan. 

Pengunjung bisa mengenal lebih dekat konsep wisata pedesaan modern yang sedang populer di Taiwan.

Selain menikmati pameran, pengunjung juga diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti membuat bantal aroma teh, lilin aroma bunga, workshop seni khas Taiwan, hingga mencoba permainan tradisional Taiwan.

Trust Lin menegaskan Taiwan terus meningkatkan fasilitas ramah Muslim demi memberikan kenyamanan bagi wisatawan Indonesia.

"Kami memahami mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim. Karena itu, pelaku industri pariwisata Taiwan terus memperkuat layanan Muslim-friendly, mulai dari kuliner halal hingga fasilitas penginapan," pungkasnya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!