ID EN

Waisak 2026 di Borobudur, 2.570 Lentera dan 570 Drone Hiasi Langit Malam

Senin, 25 Mei 2026 | 11:43

Penulis: Arif S

Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Pengunjung Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sumber: Antara/Heru Suyitno.

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah menjadi pusat perayaan Waisak nasional. Meski demikian, pengelola memastikan kawasan wisata Borobudur tetap terbuka bagi pengunjung pada hari pelaksanaan upacara. 

Kebijakan ini memberi kesempatan bagi wisatawan untuk tetap menikmati atmosfer Borobudur di tengah suasana religius yang khidmat.

Direktur Komersial InJourney Destination Management atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur mengatakan, operasional Kunjungan Wisata tetap dibuka hingga pukul 14.00 WIB pada hari pelaksanaan Waisak.

"Setelah waktu tersebut, pengunjung akan diarahkan meninggalkan area untuk persiapan rangkaian ibadah dan acara puncak Waisak," ujarnya di Magelang, Jawa Tengah, Minggu.

Bagi wisatawan yang datang pada siang hari, pengalaman berkunjung akan sedikit berbeda dibanding hari biasa. Untuk menjaga kekhusyukan prosesi keagamaan, akses menuju struktur utama candi dibatasi dan pengunjung hanya diperbolehkan berada di area pelataran.

"Secara operasional kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah jam dua siang kami akan mulai menganjurkan para pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak. Untuk naik ke atas candi juga tidak bisa pada hari tersebut, hanya sampai pelataran saja," katanya.

Malam Waisak tahun ini menghadirkan pertunjukan visual yang lebih meriah. Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati mengatakan jumlah lentera yang diterbangkan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian," katanya.

Ribuan lentera itu nantinya akan menerangi langit Borobudur, menjadi simbol harapan, perdamaian, dan refleksi spiritual dalam Waisak.

Selain lentera, pertunjukan drone akan menjadi atraksi baru, memperkuat daya tarik visual perayaan tahun ini. Sebanyak 570 drone akan diterbangkan menghiasi langit malam kawasan Borobudur.

"Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570, mengambil tiga digit terakhir tahun Buddhis," katanya.

Waisak tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga peristiwa budaya berskala internasional. Setiap tahun, ribuan Wisatawan Domestik maupun mancanegara datang untuk merasakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menurut Fatmawati, perayaan Waisak di Borobudur telah berkembang menjadi magnet Wisata Religi dan budaya yang terus menarik perhatian dunia. 

Di tengah cahaya lentera dan langit malam berpendar, Borobudur sekali lagi menunjukkan dirinya bukan sekadar Situs Sejarah, melainkan ruang perjumpaan lintas bangsa dan generasi.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!