ID EN

Nova Arianto Akui Timnas U-17 Masih Jauh dari Level Asia

Senin, 9 Februari 2026 | 11:42

Penulis: Respaty Gilang

Nova Arianto
Pelatih timnas U-17 Indonesia Nova Arianto.
Sumber: Antaranews

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, tak menutup mata atas penampilan anak asuhnya setelah menelan kekalahan telak 0-7 dari China dalam laga uji coba internasional di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Menurut Nova, performa Garuda Muda masih berada jauh di bawah ekspektasi yang telah disiapkan sebelum pertandingan.

China tampil dominan sepanjang laga dan mencetak tujuh gol melalui kontribusi dua gol Zhao Songyuan, dua gol Shuai Weihao, serta masing-masing satu gol dari Wang Heyi, Zhang Bolin, dan Ailikamu Yilihong. Perbedaan kualitas, tempo, dan intensitas permainan terlihat jelas sejak awal pertandingan.

"Yang pasti pertama secara ekspektasi pastinya jauh dari harapan kami. Jadi apa yang kita persiapkan di pertandingan, di seluruh pertandingan secara ekspektasi memang sangat jauh dari harapan kami," kata Nova pada jumpa pers pascalaga di Indomilk Arena.

Meski hasilnya berat, Nova menilai kekalahan ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Laga kontra China merupakan pertandingan internasional pertama bagi skuad baru Timnas U-17 Indonesia, yang kini hanya menyisakan Mierza Firjatullah sebagai pemain berpengalaman dari Piala Dunia U-17 2025.

"Dan kita tahu China juga menjadi salah satu tim yang sangat baik dalam pertandingan hari ini. Dan saya kira pemain sudah berjuang sangat maksimal hari ini. Dan itu yang saya ingin saya lihat dari pemain agar pemain bisa belajar dari pertandingan hari ini," ujar Nova.

Sebagian besar Pemain Timnas U-17 Indonesia sejatinya telah memiliki chemistry karena bermain bersama di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 musim ini dengan nama Garuda United U-18. Tim tersebut tampil impresif dengan memuncaki klasemen berkat koleksi 55 poin dari 22 pertandingan, hasil dari 18 kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan, serta produktivitas 62 gol dan hanya kebobolan 15 gol.

Namun, Nova menegaskan bahwa dominasi di level domestik tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak untuk menghadapi persaingan internasional. Perbedaan level permainan menjadi pelajaran penting dari uji coba melawan China.

Menurut Nova, Timnas U-17 Indonesia masih membutuhkan rangkaian pertandingan internasional untuk meningkatkan kesiapan sebelum tampil di Piala Asia U-17 2026.

"Dan itu yang saya sampaikan ke PSSI juga, bagaimana pemain-pemain ini membutuhkan uji coba secara internasional karena pasti berbeda secara intensitasnya," kata Nova.

"Kalau saya bicara masalah level, memang kita masih jauh untuk bersaing di Asia. Tapi kita masih ada waktu, hampir 1-2 bulan (menuju Piala Asia U-17 2026)," tambahnya.

Indonesia dijadwalkan kembali menghadapi China dalam laga uji coba kedua yang akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, kembali di Indomilk Arena. Pertandingan ini diharapkan menjadi ajang evaluasi lanjutan sekaligus tolok ukur progres Garuda Muda dalam adaptasi di level internasional.