ID EN

Indonesia Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Arab Saudi, Alasannya Mengejutkan

Selasa, 25 November 2025 | 11:00

Penulis: Arif S

Persawahan di Bali
Persawahan di Bali yang menarik wisatawan.
Sumber: Pixabay

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjelma menjadi salah satu tujuan wisata yang paling dicari wisatawan Arab Saudi. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan Indonesia menempati posisi istimewa di hati masyarakat Arab Saudi sebagai negara tujuan wisata favorit.

Alam sejuk dan ketenangan tropis dengan keramahan budaya Nusantara menjadi magnet yang menarik wisatawan Arab Saudi ke Indonesia. 

Widiyanti menjelaskan wisatawan Arab Saudi telah akrab dengan berbagai destinasi unggulan Indonesia. 

“Umumnya wisatawan Arab Saudi sudah familier dengan daerah tujuan wisata Indonesia seperti Bandung, Bali, Lombok, dan Jakarta,” ujarnya saat dihubungi Antara. 

Kedekatan itu bukan tanpa alasan. Banyak turis Arab Saudi mencari suasana dengan udara sejuk, hamparan pepohonan, kedamaian alami, dan layanan akomodasi berbintang lima yang menjamin kenyamanan. 

“Turis Arab Saudi biasanya menyukai daerah wisata yang berudara sejuk, memiliki banyak pepohonan, tenang, dan menyediakan fasilitas akomodasi berbintang lima,” jelas Widiyanti.

Data statistik memperkuat tren positif ini. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024 jumlah wisatawan Arab Saudi yang mengunjungi Indonesia mencapai 135.643 orang, naik 25,96 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah kedatangan tercatat 113.685 wisatawan, dan angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun.

Lonjakan itu tidak terjadi begitu saja. Kementerian Pariwisata menggerakkan strategi promosi intensif di berbagai titik penting, bekerja bahu-membahu dengan pemangku kepentingan dan pelaku industri wisata. 

Partisipasi Indonesia dalam pameran internasional seperti Arabian Travel Market, Jeddah International Travel and Tourism Exhibition, dan Riyadh Travel Fair menjadi panggung untuk memperkenalkan destinasi dan layanan wisata Tanah Air kepada masyarakat Arab Saudi.

Upaya itu semakin diperkuat dengan misi promosi langsung di kota-kota utama Arab Saudi seperti Jeddah dan Riyadh. 

Pada tahun 2025, Kementerian Pariwisata bahkan memperluas jejaring kerja sama dengan menyelenggarakan pertemuan bisnis bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. 

Tujuannya, mempertemukan pelaku pariwisata Indonesia dengan calon mitra strategis di Arab Saudi.

Arsip Foto - Panorama alam di Desa Wisata Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (6/4/2025).
Arsip Foto - Panorama alam di Desa Wisata Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (6/4/2025).
Sumber: Antara Foto/Ahmad Subaidi

Dalam pertemuan tersebut, lima perusahaan pariwisata Indonesia difasilitasi untuk bertemu dengan 42 perwakilan perusahaan Arab Saudi, mulai dari agen perjalanan, maskapai, operator atraksi, perusahaan real estat, hingga jaringan hotel dan bank. 

Lapis lain dari strategi promosi Indonesia adalah program Mega Famtrip, sebuah perjalanan pengenalan yang mengajak pelaku usaha pariwisata Arab Saudi merasakan langsung layanan dan pengalaman wisata di Indonesia. 

Pada Oktober 2025, mereka diajak menjelajahi Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Bali, melihat sendiri mengapa Indonesia begitu disukai para tamu dari Timur Tengah.

Menteri Pariwisata menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas jangkauan promosinya. 

“Kementerian Pariwisata akan terus bekerja sama dengan Kedubes RI di Riyadh dan KJRI Jeddah, serta dengan industri dan stakeholder pariwisata baik itu dari Indonesia maupun Arab Saudi untuk menggencarkan promosi,” kata Widiyanti.

Promosi layanan wisata Indonesia ke wisatawan Arab Saudi akan terus dilanjutkan melalui pameran internasional, pertemuan bisnis, dan berbagai kegiatan perjalanan wisata pengenalan. 

Di tengah persaingan global, Indonesia tidak hanya menawarkan destinasi tetapi juga ruang untuk bernapas, merasakan kesejukan, dan menikmati keramahan yang tulus.