ID EN

Bukan Sekadar Destinasi Eksotis, Menpar Widiyanti Ungkap Tren Wisata Paling Diminati Saat Ini

Jumat, 21 November 2025 | 13:56

Penulis: Arif S

Pesona Indonesia
Arsip- Pesona Indonesia.
Sumber: Kemenpar

Di tengah berubahnya preferensi wisatawan global, Indonesia kembali berada pada posisi menjanjikan. Bukan sekadar destinasi eksotis dengan pantai tropis dan pegunungan hijau, negeri ini kini menjadi ruang belajar budaya dan laboratorium wisata berkelanjutan yang semakin dicari pelancong dunia.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 November 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan tren wisata paling diminati saat ini yang bisa menjadi panduan penting bagi industri pariwisata dalam menciptakan produk dan layanan lebih relevan.

Salah satunya, pendalaman budaya, sebuah pengalaman yang membuat wisatawan ingin lebih dekat dengan denyut kehidupan lokal.

“Banyak wisatawan ingin menikmati pengalaman budaya lokal seperti menikmati desa wisata, aktivitas bersama warga lokal, dan pengalaman membuat kerajinan,” ujarnya.

Fenomena ini selaras dengan geliat desa wisata yang makin berkembang di seluruh Nusantara. Desa-desa seperti Penglipuran di Bali, Nglanggeran di Gunungkidul, atau Wae Rebo di Flores menjadi contoh bagaimana kehidupan sehari-hari masyarakat bisa menjadi pengalaman berharga bagi traveler.

Lonjakan Minat Wisata Hijau

Widiyanti juga menekankan semakin banyak wisatawan kini peduli lingkungan. Mereka tak lagi sekadar berlibur, tetapi ingin memastikan dampak perjalanan mereka tetap ramah bumi.

Ia menjelaskan pelancong modern lebih memilih fasilitas pariwisata yang menerapkan prinsip keberlanjutan, mulai dari hotel dengan pengurangan penggunaan plastik hingga tur  mendukung konservasi alam dan budaya lokal. 

Permintaan ini membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk bergerak menuju praktik perjalanan hijau.

Kementerian Pariwisata bahkan telah mendorong ekosistem ini melalui berbagai program, termasuk Wonderful Indonesia Wellness di Solo dan DI Yogyakarta.

Acara ini mempromosikan wisata kebugaran, sebuah sektor yang kini bertumbuh seiring naiknya kesadaran hidup sehat pascapandemi.

Era Wisata Terpadu: Dari MICE hingga Work from Anywhere

Selain wisata budaya dan hijau, tren Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE) serta kecenderungan bekerja dari mana saja (WFA) juga membuka peluang baru. 

Destinasi seperti Bali, Labuan Bajo, dan Yogyakarta tengah bertransformasi menjadi lokasi kerja jarak jauh yang menawarkan pemandangan indah sekaligus konektivitas digital yang baik.

“Kegiatan Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran serta tren bekerja dari mana saja mendatangkan peluang usaha penyediaan paket perjalanan wisata terpadu,” kata Widiyanti.

Dengan kombinasi work-life balance, nutrisi budaya, dan keberlanjutan, paket-paket perjalanan ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan muda dan profesional global.

Masa Depan Pariwisata Indonesia: Kualitas, Keseimbangan, dan Harapan

Widiyanti menegaskan masa depan pariwisata Indonesia tidak lagi diukur dari jumlah pengunjung, melainkan kualitas pengalaman yang mereka dapatkan serta kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata Indonesia saat ini berada di titik strategis, tren global berpihak pada kita, dan arah kebijakan kita semakin jelas. Tahun mendatang akan menjadi momentum penting untuk mewujudkan pertumbuhan yang nyata,” katanya.

Dengan inovasi, pengelolaan adaptif, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis Indonesia mampu menempatkan diri sebagai destinasi unggulan dunia, bukan hanya untuk keindahan alamnya, tetapi juga kedalaman budaya dan komitmen ekologinya.

Di era ketika traveler mencari makna lebih dari sekadar liburan, Indonesia berada pada posisi ideal untuk menawarkan perjalanan menyentuh, sadar lingkungan, dan berkelanjutan.***