Tanpa Carlos Alcaraz, Bisakah Spanyol Tembus Semifinal Piala Davis?
Kamis, 20 November 2025 | 14:07
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/US Open
Di saat Spanyol berharap mengakhiri tahun dengan lompatan menuju semifinal Piala Davis Final 8, kabar buruk datang dari Bologna. Carlos Alcaraz, petenis No.1 dunia dan motor utama tim, harus mundur dari perempat final melawan Ceko karena cedera hamstring kanan.
Ini menjadi sebuah kehilangan besar bagi skuad David Ferrer yang sedang memburu misi kebangkitan.
“Dengan sangat menyesal saya mengumumkan bahwa saya tidak akan dapat bermain untuk Spanyol di Piala Davis di Bologna,” tulis Alcaraz dalam unggahan di media sosial, Selasa.
BACA JUGA
Carlos Alcaraz Jalani Musim Sempurna dengan Status Petenis Nomor 1 ATP Akhir Tahun
Usia Hanyalah Angka, Novak Djokovic Samai Rekor Federer di ATP Finals
Angelique Widjaja Teruskan Jejak Sang Mentor, Ajak Anak-anak Ikuti Pelatihan Tenis
Unggahan ini mengguncang ruang ganti Spanyol dan memotong momentum menjelang pertandingan Kamis 20 November 2025.
Dari Duel Kontra Sinner ke Edema yang Menghentikan Langkah
Cedera ini bukan datang tiba-tiba. Pada final ATP Finals melawan Jannik Sinner, Minggu 16 November, Alcaraz tampak kesakitan dan membutuhkan perawatan medis untuk membalut hamstring kanannya.
Meski berjuang hingga poin terakhir, kekalahan dari Sinner ternyata lebih dari sekadar persoalan skor.
Alcaraz tiba di Bologna pada Senin 17 November dan langsung menjalani tes medis. Hasilnya mengejutkan sekaligus menegaskan kekhawatiran banyak pihak.
“Saya mengalami edema di hamstring kanan saya dan rekomendasi medisnya adalah untuk tidak bertanding,” ungkapnya.
Diagnosa ini memaksa petenis 22 tahun itu pulang lebih cepat dari rencana.
“Saya selalu mengatakan bermain untuk Spanyol adalah hal terhebat dan saya sangat menantikan untuk membantu memperjuangkan trofi. Saya pulang dengan luka.”
Kalimat itu menggambarkan betapa berat keputusannya meninggalkan tim di momen krusial.
Spanyol Tanpa Alcaraz: Ferrer Harus Putar Otak
Absennya Alcaraz membuat David Ferrer hanya mengandalkan Jaume Munar, Pedro Martinez, dan Pablo Carreno Busta.
Komposisi ini jelas berbeda level ketika dibandingkan dengan kekuatan penuh yang dibawa Ceko melalui Jiri Lehecka dan Jakub Mensik.
Pertandingan Kamis berubah dari duel seimbang menjadi ujian berat. Tim pemenang akan melaju ke semifinal melawan Argentina atau Jerman. Tanpa Alcaraz, perjalanan Spanyol terasa semakin terjal.
Musim 2025 Tetap Luar Biasa: Dominasi Gelar dan Rivalitas Epik
Meski akhir musimnya harus dirusak cedera, statistik Alcaraz tetap mencengangkan. Ia menutup 2025 dengan 71 kemenangan dan delapan gelar, jumlah tertinggi di tur menurut indeks menang/kalah ATP.
Rivalitasnya dengan Jannik Sinner juga menjadi salah satu narasi terbesar musim ini. Keduanya berbagi empat gelar major. Sinner dengan gelar Australian Open dan Wimbledon. Sementara Alcaraz memenangi French Open dan US Open.
Namun dalam head-to-head, Alcaraz tetap unggul 10-6, termasuk memenangi empat dari enam final mereka tahun ini. Cedera ini mungkin menutup musimnya dengan luka, tetapi bukan tanpa kemegahan.(Antara)***










