ID EN

Islam Makhachev Bidik Duel Bersejarah di UFC Gedung Putih Setelah Taklukkan Maddalena

Senin, 17 November 2025 | 10:29

Penulis: Respaty Gilang

Islam Makhachev
Islam Makhachev.
Sumber: Wikimedia

Islam Makhachev baru saja menuliskan bab baru dalam kariernya. Dari mantan penguasa kelas ringan, ia kini resmi menjadi raja baru kelas welter UFC setelah menumbangkan Jack Della Maddalena pada UFC 322 di New York, Minggu, 16 November 2025, waktu setempat. 

Kemenangan angka mutlak itu mengukuhkan ambisi besar Makhachev untuk memasuki panggung yang bahkan belum pernah tercatat dalam sejarah MMA modern ajang UFC Gedung Putih.

Di hadapan ribuan penonton, Makhachev tak membuang kesempatan untuk menyampaikan tantangannya langsung kepada Presiden AS Donald Trump.

"Donald Trump, ayo kita mulai. Buka Gedung Putih (untuk ajang UFC Gedung Putih), aku datang," kata Islam Makhachev seusai kemenangan.

Ucapan itu bukan sekadar gimmick. Sejak tahun lalu, CEO UFC Dana White memang sudah membenarkan bahwa Trump berniat membuka halaman Gedung Putih untuk gelaran UFC pertama dalam sejarah. Event itu dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 dan kini menjadi ajang paling diburu para petarung elite.

Mantan juara kelas berat Jon Jones, raja dua divisi Ilia Topuria, bahkan sejumlah rising star lain sudah terang-terangan ingin masuk dalam kartu pertandingan tersebut. Kini, Makhachev resmi bergabung dalam daftar nama yang berharap tampil dalam event monumental itu.

Misi Baru Sang Juara Ganda, Pertahankan Sabuk Welter di Arena Bersejarah

Kemenangan atas Maddalena menempatkan Makhachev dalam posisi unik. Ia kini menjadi salah satu dari sedikit petarung dalam sejarah UFC yang meraih titel di dua divisi berbeda. Rekor kemenangannya pun kian tebal dengan 16 kemenangan beruntun, menyamai torehan legenda Anderson Silva.

Namun, perjalanan di kelas welter tidak akan mudah. Divisi ini sedang berada di fase paling kompetitif dalam satu dekade terakhir. Usai perebutan sabuk, UFC langsung menaruh perhatian pada siapa yang layak menjadi lawan pertama Makhachev.

Beberapa kandidat sudah mengemuka:

Michael Morales, yang baru mencetak kemenangan meyakinkan atas Carlos Prates. Morales disebut banyak analis sebagai calon juara masa depan karena gaya agresif dan stamina kuatnya.

Kamaru Usman, mantan raja kelas welter dan salah satu petarung paling dominan UFC modern. Pengalaman dan wrestling-nya bisa menjadi ujian serius bagi Makhachev.

Shavkat Rakhmonov, petarung tak terkalahkan dengan win streak 18-0. Setiap kemenangannya diselesaikan secara finish, tak pernah lewat keputusan juri.

Pemenang Ian Machado Garry vs Belal Muhammad di UFC Qatar. Muhammad sendiri adalah sosok yang pernah berlatih dalam tim yang sama dengan Makhachev, menambah bumbu rivalitas jika duel itu terwujud.

Bagi Makhachev, tantangan mempertahankan gelar justru yang membuatnya semakin ambisius. Ia merayakan kemenangan bersama tim, tetapi tidak butuh waktu lama untuk memikirkan lawan berikutnya. Dengan mimpi tampil di Gedung Putih, setiap langkah selanjutnya menjadi bagian dari misi yang lebih besar.

Maddalena Pulang Tanpa Sabuk, Rivalitas Baru Terbuka

Di sisi lain, Jack Della Maddalena harus menelan pil pahit. Ia kehilangan sabuk yang sebelumnya direbut dari Belal Muhammad, yang merupakan rekan dan sahabat Makhachev. Kekalahan ini bisa membuka jalan menuju rivalitas baru dalam divisi welter, terutama karena posisi Maddalena kini melorot tetapi tetap berada di level top contender.

Analisis dari beberapa jurnalis MMA menyebut bahwa Maddalena harus kembali memperbaiki strategi ground game-nya jika ingin kembali menantang Makhachev di masa depan. Dari statistik pertarungan UFC 322, Makhachev memenangkan mayoritas kontrol grappling, sesuatu yang memang menjadi keahliannya sejak masa kejayaan di kelas ringan.

Makhachev dan Ambisi Besar UFC Era Baru

Dengan status juara dua divisi, rekor selevel Anderson Silva, serta dukungan kuat dari publik Rusia dan fan base global, Islam Makhachev kini bukan hanya petarung, tetapi wajah baru bagi UFC generasi berikutnya.

Jika duel di Gedung Putih benar terwujud, dan jika Makhachev berhasil mempertahankan sabuk hingga saat itu, ia berpotensi menjadi tokoh utama dalam event yang bisa mengubah sejarah MMA.

Satu hal pasti, perjalanan menuju Juni 2026 akan jadi salah satu storyline paling menarik dalam UFC dua tahun ke depan.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!