Bukan Makhachev Vs Topuria, Ini Susunan UFC White House Versi Arman Tsarukyan
Sabtu, 22 November 2025 | 15:05
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
UFC tengah menyiapkan salah satu event paling ambisius dalam sejarah promosi tersebut. Setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa UFC White House akan digelar pada Juni 2026 di Washington DC, para petarung mulai berebut perhatian untuk bisa masuk ke kartu utama salah satu panggung paling bersejarah dalam dunia MMA.
Di tengah euforia itu, penantang kelas ringan, Arman Tsarukyan, ikut menyampaikan versinya sendiri mengenai susunan pertarungan ideal yang menurutnya pantas tampil di halaman Gedung Putih, panggung simbolik yang biasanya menjadi arena diplomasi, bukan ajang adu pukul elite MMA.
UFC White House, Event Bersejarah yang Taruhannya Tinggi
BACA JUGA
Duel JDM Vs Islam Makhachev, Tinju Lawan Grappling Siapa Unggul?
Islam Makhachev Bidik Duel Bersejarah di UFC Gedung Putih Setelah Taklukkan Maddalena
Ilia Topuria Mundur Sementara dari Octagon, Demi Fokus Urusan Keluarga
Event ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah terbesar UFC dalam memadukan olahraga dan politik. Sejak Trump pertama kali berbicara tentang ide tersebut, antusiasme publik MMA langsung melonjak. UFC sendiri memang dikenal dengan gebrakan promosi yang inovatif, namun membawa octagon ke Gedung Putih jelas berada di level berbeda.
Bahkan, juara baru kelas welter, Islam Makhachev, langsung menyatakan kesiapannya.
“Woo! Donald Trump (Presiden AS), ayoo. Buka Gedung Putih. Saya akan datang,” ujar Makhachev usai menang di UFC 322.
Rumor pun bermunculan, terutama mengenai potensi duel Makhachev vs Ilia Topuria. Namun Tsarukyan punya pandangan lain.
Versi Tsarukyan: Lima Pertarungan Gelar, Semua Juara Turun
Dalam sebuah video di kanal Telegram-nya, Tsarukyan memaparkan “dream card” versinya untuk UFC White House 2026. Ia tidak mengikuti rumor yang beredar, tetapi menyusun versi yang menampilkan total lima pertarungan gelar sekaligus, sesuatu yang bahkan jarang terjadi di event PPV terbesar UFC.
Tsarukyan menggeser Makhachev dari wacana duel melawan Topuria dan menempatkannya menghadapi Shavkat Rakhmonov untuk perebutan sabuk welter.
Meski begitu, kondisi Rakhmonov masih tanda tanya, sebab petarung Kazakhstan itu belum kembali berlatih penuh setelah menjalani operasi lutut usai pertarungan terakhirnya pada Desember tahun lalu.
Sementara itu, Topuria, menurut Tsarukyan, adalah lawan yang layak di kelas ringan.
“Saya ingin melawan Ilia Topuria untuk memperebutkan sabuk UFC,” kata Tsarukyan, dilansir dari Championat.
Ia bahkan menyebutkan susunan penuh pertarungan yang menurutnya akan menciptakan malam bersejarah untuk MMA.
Lini Pertarungan Impian Arman Tsarukyan untuk UFC White House
Dalam versinya, Tsarukyan menempatkan dua partai raksasa sebagai puncak acara:
1. Jon Jones vs Tom Aspinall — Gelar Kelas Berat
Sebuah super-fight yang sudah lama disebut sebagai pertarungan generasi. Jones sebagai GOAT melawan Aspinall yang dianggap pewaris tahta heavyweight modern.
2. Khamzat Chimaev vs Alex Pereira — Gelar Kelas Berat-Ringan
Pertarungan antara gaya liar Chimaev dan presisi mematikan Pereira akan menjadi salah satu laga paling menarik secara disiplin striking vs keagresifan grappling.
3. Arman Tsarukyan vs Ilia Topuria — Gelar Kelas Ringan
Tsarukyan ingin duel yang menegaskan legitimasi dirinya sebagai calon raja lightweight baru.
4. Islam Makhachev vs Shavkat Rakhmonov — Gelar Kelas Welter
Jika terwujud, ini bisa menjadi pertarungan paling teknis di antara semua partai, mempertemukan dua petarung dengan IQ bertarung tinggi dan kemampuan ground elite.
5. Alexander Volkanovski vs Merab Dvalishvili — Gelar Kelas Bulu
Duet gaya high-volume striker melawan pressure wrestler bisa menghasilkan pertarungan intensitas tinggi.
“Jika saya bosnya, saya akan menjadikan Jon Jones dan Tom Aspinall sebagai main event, dengan Chimaev vs Poatan sebagai laga co-main event… Lalu saya akan melawan Topuria, lalu Islam Makhachev vs Shavkat Rakhmonov, dan Volkanovski vs Dvalishvili. Itu akan menjadi pertarungan yang serius,” ucap Tsarukyan.
Meski punya bayangan besar tentang event ikonik 2026, Tsarukyan tetap harus fokus pada tugas terdekat. Ia akan turun bertarung di UFC Qatar pekan ini menghadapi veteran Dan Hooker, laga yang bisa menentukan langkahnya menuju perebutan gelar.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!