ID EN

Duel JDM Vs Islam Makhachev, Tinju Lawan Grappling Siapa Unggul?

Selasa, 11 November 2025 | 10:05

Penulis: Respaty Gilang

Jack Della Maddalena dan Islam Makhachev.
Jack Della Maddalena dan Islam Makhachev.
Sumber: Tangkap layar YouTube UFC

Petarung asal Australia Jack Della Maddalena (rekor 18-2) kini memegang sabuk juara welterweight dan masuk radar taruhan pundit MMA, terutama karena kemampuan tinju yang dianggap ‘menggetarkan’. 

Pada 15 November 2025, di gelanggang bergengsi Madison Square Garden, New York, ia akan mempertahankan gelarnya melawan mantan juara ringan Islam Makhachev yang naik ke divisi welter untuk merebut sabuk. 

Della Maddalena memang punya latar tinju yang kuat dari 18 kemenangan profesionalnya, 12 di antaranya berakhir via KO/TKO, yang menunjukkan efektivitas pukulan-pukulan knock-out-nya.

“Rasanya agak kurang menghormati Jack Della Maddalena. Dia bisa jalani adu tinju. Teknik tinjunya benar-benar indah. Mungkin dia adalah petarung dengan teknik tinju terbaik di pentas UFC,” ujar eks juara UFC Michael Bisping.

Komentar Bisping memperkuat narasi bahwa JDM (julukan Della Maddalena) bukan hanya “pemburu KO”, tetapi petarung yang makin matang secara teknis.

Tantangan Besar Makhachev

Sementara itu, Makhachev memiliki reputasi luar biasa dengan rekor 27-1 di MMA dan penguasa kelas ringan sebelumnya. Kembalinya ke divisi welter untuk mengincar double-champ status menggambarkan ambisinya. 

Bagi Della Maddalena, pertarungan ini adalah momen pembuktian, pertahanan gelar pertama, dan melawan nama besar yang punya daya tarik global. Bila ia tampil sesuai ekspektasi, menahan takedown, mengontrol jarak, memakai tinju knockout-nya, maka reputasinya sebagai juara akan melejit. 

Sebaliknya, sebuah kekalahan bisa jadi setback besar untuk kariernya yang sedang naik daun.

Elemen yang Bisa Menentukan Laga

Makhachev unggul dalam grappling, Della Maddalena harus bisa menjaga fight tetap di posisi berdiri agar tinjunya bekerja maksimal. Banyak kemenangan JDM datang dari KO—ini jadi senjata utama yang harus ia aktifkan.

Menghadapi lawan besar di New York dan mempertahankan sabuk adalah tekanan tersendiri, petarung muda seperti JDM perlu mempertahankan fokus tingkat tinggi.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!