ID EN

Debut Berat Cucu Donald Trump di LPGA, Menempati Posisi Paling Bawah Tapi Punya Potensi

Minggu, 16 November 2025 | 08:00

Penulis: Respaty Gilang

 Kai Madison Trump
Kai Madison Trump.
Sumber: X@Tour Golf (not PGA Tour)

Debut di panggung besar golf profesional bukanlah hal mudah, dan Kai Madison Trump—cucu dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump—mengalami itu secara langsung. Pada penampilan perdananya di turnamen LPGA The ANNIKA di Pelican Golf Club, Belleair, Florida, Kai harus menerima kenyataan pahit, ia menutup putaran pertama dengan skor 83 pukulan atau 13-over par, menempatkannya di posisi paling bawah leaderboard.

Namun, yang menarik dari sosok remaja ini bukanlah hasil akhirnya, melainkan kejujurannya dalam menyikapi tekanan, rasa gugup, dan pengalaman besar yang baru ia jalani.

Di hari pertama, Kai mencatat dua double bogey dan sembilan bogey. Meski begitu, partisipasinya di turnamen LPGA ini sudah mencuri perhatian publik sejak awal. LPGA bahkan menilai bahwa Kai punya “pengikut yang luas” dan daya tarik bagi “penggemar muda”, sehingga cocok untuk menjangkau audiens baru.

Remaja berusia 18 tahun itu masuk ke turnamen bergengsi dengan hadiah total 3,2 juta dolar AS melalui sponsor exemption, status khusus yang diberikan kepada pemain non-profesional.

Setelah hari pertama yang berat, Kai kembali turun bermain pada hari Jumat. Sayangnya, ia menyelesaikan turnamen dengan skor 18-over par dan gagal lolos cut.

Didukung Keluarga, Tapi Hasilnya Belum Sesuai Harapan

Meski debutnya tidak mulus, Kai tampil dengan dukungan penuh dari ibunya, Vanessa Trump, serta pelatihnya, Jim Garren, yang setia memberikan saran di lapangan.

Kai sendiri bukan orang asing di dunia golf. Dengan kakeknya yang memiliki 17 lapangan golf di seluruh dunia, ia sudah terbiasa bermain di berbagai course kelas elite.

Tapi LPGA adalah panggung berbeda, levelnya jauh lebih tinggi, tekanan lebih besar, dan ritmenya lebih cepat.

Kai Bicara Jujur Soal Gugup dan Pengalaman Besar Pertamanya

Dalam wawancara bersama Golf Channel, Kai tidak menutupi perasaan tegang yang ia rasakan.

"Ini luar biasa. Tentu saja ada banyak tekanan, tapi saya menjalani saat-saat yang menyenangkan, terutama hari ini," kata Kai.

"Saya pikir sudah sedikit tenang. Kemarin sedikit menakutkan, tapi hari ini saya merasa lebih rileks, dan saya merasa siap melakukan ini."

Ia mengaku hari pertamanya cukup menakutkan, tetapi pada hari berikutnya ia mulai lebih tenang dan bisa menikmati pengalaman.

Ketika ditanya apa yang paling mengejutkan dari kompetisi profesional, Kai dengan jujur mengakui kualitas permainan para pro.

“Betapa konsistennya mereka,” ujarnya. 

Kai juga menyadari bahwa aspek short game, seperti chip dan putting masih menjadi titik lemah yang harus ia benahi.

"Tentu saja, menurut saya itu adalah sesuatu yang harus saya kerjakan lebih lanjut. Mereka semua memiliki permainan pendek yang luar biasa di sini," terangnya.

Masa Depan Kai di Golf Sudah Terbuka Lebar

Meski debut LPGA-nya berat, ini bukan akhir perjalanan Kai. Justru sebaliknya, ini baru awalnya.

Kai mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani komitmen untuk bergabung dengan tim golf wanita di University of Miami.

"Sungguh, yang akan terjadi selanjutnya adalah lebih banyak turnamen," katanya.

"Saya baru saja menandatangani kontrak dengan Universitas Miami pada hari Rabu, jadi lebih banyak turnamen dan akhirnya melanjutkan ke perguruan tinggi."

Musim ini, Kai baru tampil dalam tiga turnamen amatir dan saat ini berada di peringkat 461 American Junior Golf Association (AJGA). Dengan bergabung ke level universitas, peluangnya untuk naik peringkat sangat terbuka.

Dukungan dari Orang-Orang Besar di Dunia Golf

Selain Donald Trump, yang memberi nasihat simple dengan mengatakan kepada cucunya agar lakukan dengan menyenangkan dan jangan gugup.

Kai ternyata juga mendapatkan dorongan moral dari legenda hidup golf Tiger Woods, yang kini menjalin hubungan dengan ibunya.

“Ikuti arus,” kata legenda golf itu singkat.

Bagi seorang pemain muda, memiliki dua figur berpengaruh ini sebagai support system tentu memberi motivasi besar.

Awal yang Berat, Tapi Masa Depan Masih Panjang

Meskipun finis di posisi terakhir, Kai Madison Trump menunjukkan sikap yang dewasa, jujur tentang tekanan yang ia rasakan, mengakui keunggulan pemain profesional, dan tetap optimistis menghadapi masa depan.

Debut LPGA-nya mungkin jauh dari sempurna, tetapi perjalanan seorang atlet muda sering kali dimulai dari pengalaman sulit. Dan bagi Kai, pengalaman ini hanya menjadi bahan bakar untuk turnamen-turnamen berikutnya.