ID EN

Kevin Caesario: Optimisme Anak Negeri di Turnamen Golf Kelas Dunia

Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:00

Penulis: Arif S

Kevin Caesario Akbar
Pegolf profesional Indonesia Kevin Caesario Akbar (pertama kanan).
Sumber: Antara/Aloysius Lewokeda

Di tengah atmosfer semarak jelang Jakarta International Championship (Jakic) 2025, pegolf muda Indonesia Kevin Caesario Akbar tampil penuh semangat. 

Baginya, turnamen yang digelar pada 2–5 Oktober bukan hanya soal persaingan, tetapi juga kesempatan belajar dari para pegolf kelas dunia.

"Saya melihatnya semakin bagus pemain yang main di suatu turnamen, saya lebih banyak belajar, sambil memperhatikan cara main mereka seperti apa, sehingga nanti harapan bisa membuat (kemampuan) saya bisa meningkat," ujar Kevin dalam konpers, Rabu 1 Oktober 2025.

Turnamen Jakic 2025 memang bukan turnamen biasa. Ini adalah debut perdananya di kalender International Series, rangkaian premium Asian Tour yang membuka jalan langsung menuju LIV Golf League. 

Wajar jika ajang ini menjadi magnet bagi pegolf top dunia—mulai dari Anthony Kim, Ollie Schniederjans, hingga Scott Vincent dari Zimbabwe.

Kevin menyadari betul tantangan yang akan ia hadapi. Namun, ia justru melihatnya sebagai peluang emas untuk menimba pengalaman.

"Ajang International Series pasti stronger field. Jadi banyak pemain-pemain bagus main di minggu ini karena hadiahnya juga lebih besar dari pada turnamen Asian Tour yang lain," katanya.

Bukan tanpa bekal, Kevin sudah menorehkan prestasi dengan meraih gelar di The Indonesia Pro-Am 2023 dan Indonesia Golf Pro Series ke-15 2023. 

Meski begitu, ia memilih tetap rileks. Alih-alih membebani diri dengan target besar, Kevin ingin menikmati setiap pukulan.

"Besok tinggal main saja. Saya merasa saya bisa bermain bagus kalau mindset juga bagus," ucapnya santai.

Lapangan Damai Indah Golf sendiri punya tantangan tersendiri. Angin di kawasan pantai utara Jakarta itu kerap berubah arah, menuntut fokus ekstra dari setiap pegolf. Kevin pun sudah menyiapkan diri menghadapi kondisi tersebut.

"Kondisi angin kenang memang jadi tantangan, sehingga harus jeli dalam memahami arah angin," tambahnya.

Bagi Kevin, Jakic 2025 bukan sekadar turnamen, melainkan ruang untuk berkembang. Apapun hasilnya nanti, ia percaya pengalaman melawan pegolf-pegolf terbaik dunia akan menjadi bahan bakar untuk kariernya ke depan.(Antara)