ID EN

Indonesia Kirim 5 Pegolf ke Dubai, Siapa yang Akan Jadi Pahlawan Baru?

Rabu, 1 Oktober 2025 | 15:00

Penulis: Arif S

Pegolf Indonesia Rayhan Abdul Latief
Pegolf Indonesia Rayhan Abdul Latief
Sumber: Antara

Dua nama pegolf muda Indonesia, Rayhan Abdul Latief dan Randy Bintang, kembali menjadi sorotan. Keduanya akan memimpin skuad Merah Putih di Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) edisi ke-16 yang berlangsung di Majlis Course, Emirates Golf Club, Dubai, Uni Emirat Arab, pada 23–26 Oktober 2025.

Turnamen ini bukan sembarang ajang. Diikuti 119 pegolf dari 41 negara anggota Asia-Pacific Golf Confederation (APGC), AAC dikenal sebagai kompetisi amatir paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik. 

Juara turnamen ini berhak melangkah ke Masters Tournament 2026 sekaligus The Open ke-154, sementara runner-up mendapat tiket ke The Open Qualifying Series.

“Saya bersemangat untuk tahun ini, terutama karena kami akan bertanding di Emirates Golf Club yang memiliki layout istimewa. Target utama saya adalah mencoba memenangkan AAC tahun ini,” kata Rayhan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu 27 Septermber 2025.

Indonesia mengirim lima wakil: Rayhan, Randy, Amadeus Christian Susanto, Kenneth Sutianto, dan Asa Najib Bhakti. 
Rayhan dan Randy akan turun untuk keempat kalinya, Kenneth untuk ketiga kali, Amadeus untuk kedua kali, sementara Asa siap menjalani debut perdananya.

Rayhan, yang baru berusia 18 tahun dan kini kuliah di University of North Texas, adalah pegolf Indonesia dengan peringkat tertinggi di World Amateur Golf Ranking (WAGR) – posisi ke-155 dunia. 

Perjalanan kariernya menunjukkan progres: dari gagal cut pada debut 2022, naik ke T31 di 2023, lalu T24 pada edisi 2024.

Sementara itu, Randy yang berusia 21 tahun pernah bikin kejutan besar di AAC 2024 di Jepang. Ia sempat memimpin putaran pertama dengan skor impresif 65 sebelum akhirnya finis di posisi T19, pencapaian terbaiknya sejauh ini. 

“Pengalaman memimpin putaran pertama memberi rasa percaya diri lebih. Saya akan mengingatkan diri untuk tetap sabar dan fokus jika berada di posisi yang sama lagi,” ujar Randy.

Sejauh ini, rekor terbaik Indonesia di AAC masih dipegang George Gandranata yang finis T17 pada 2011 di Singapura.

AAC sudah melahirkan bintang dunia sejak pertama kali digelar pada 2009. 

Nama-nama besar seperti Hideki Matsuyama (Jepang), Cameron Smith (Australia), hingga Keita Nakajima dan Takumi Kanaya (Jepang) pernah beraksi di sini. Kini, para alumninya sudah mengoleksi 33 gelar PGA Tour dan lebih dari 140 trofi di tur profesional utama dunia.

Tahun ini, turnamen kembali digelar di Majlis Course, Emirates Golf Club – lapangan bersejarah yang berdiri sejak 1988. Lapangan ini tercatat sebagai rumput pertama di Timur Tengah dan rutin menjadi tuan rumah Dubai Desert Classic di DP World Tour.

Asia-Pacific Amateur Championship pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009. Turnamen ini merupakan inisiatif bersama Asia-Pacific Golf Confederation (APGC), Masters Tournament, dan The R&A (penyelenggara The Open Championship).

Tujuannya membantu perkembangan golf amatir di kawasan Asia Pasifik. Selain itu untuk menciptakan jalur (pathway) bagi pegolf amatir Asia-Pasifik agar memiliki kesempatan tampil di turnamen golf mayor dunia. 

Turnamen ini sering dianggap sebagai salah satu ajang amatir paling prestisius di kawasan Asia Pasifik.(Antara)***