Festival Wayang Semesta, Kolaborasi Unik Seniman Wayang Klasik dengan Pelawak Modern
Sabtu, 8 November 2025 | 17:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-Pemkot Semarang
Selama dua hari, 7-8 November 2025, kawasan legendaris Simpang Lima, Kota Semarang disulap menjadi panggung raksasa dalam Festival Wayang Semesta. Festival kali ini bukan hanya soal tontonan wayang tapi juga partisipasi dan kebanggaan kota.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bahkan akan ikut naik panggung dalam pementasan wayang di hari kedua.
“Saya ingin ikut merasakan bagaimana menjadi bagian dari kisah yang mengajarkan kebijaksanaan dan keberanian. Lewat wayang, kita belajar memimpin dengan hati dan menjaga harmoni,” ujarnya.
BACA JUGA
Festival Budaya Lereng Merapi 2025, Ribuan Warga Penuhi Hargobinangun
Animal Show Lebih Lama, Semarang Zoo Bidik Lonjakan Wisatawan Selama Lebaran
Wisata Edukasi Petik Melon Jadi Daya Tarik Baru Kabupaten Batang
Dengan tema “Semarang Semakin Hebat, Wayang Semakin Mendunia,” festival ini hadir sebagai ruang kolaborasi lintas generasi.
Dari seniman wayang klasik hingga pelawak modern seperti Nunung dan Cak Lontong, semuanya bersatu menghadirkan tawa dan makna di tengah denyut kota.
Pertunjukan dari Wayang Orang Ngesti Pandawa, Wayang Sriwedari, dan Teater Lingkar Semarang menambah kekayaan ragam seni yang bisa dinikmati.
Selain menjadi ajang budaya, festival ini juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku UMKM dan seniman lokal.
Puluhan stan kuliner, kriya, dan fesyen khas Semarang akan meramaikan kawasan Simpang Lima, menjadikannya destinasi wisata budaya sekaligus kuliner dalam satu paket lengkap.
“Yang penting warga datang, menikmati, dan merasa punya kebanggaan terhadap budayanya. Itulah semangat Festival Wayang Semesta,” kata Agustina.
Bagi wisatawan, festival ini adalah waktu terbaik untuk menyelami wajah asli Semarang—kota yang tak hanya dikenal karena lumpianya, tapi juga karena jiwanya yang mencintai budaya.
Dari senja hingga tengah malam, kilau lampu, aroma kuliner, dan lantunan gamelan akan berpadu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Rekayasa Lalu Lintas
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas agar pesta budaya ini berjalan lancar.
“Untuk kegiatan di Simpang Lima, pengalihan arusnya situasional, jadi melihat nanti ‘traffic’-nya seperti apa. Protapnya (prosedur tetap) akan kami laksanakan dengan Satlantas secara situasional,” ujar Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, di Semarang.
Bagi warga dan wisatawan yang ingin menikmati festival, tak perlu khawatir soal parkir. Dishub sudah menyiapkan beberapa kantong parkir strategis.
“Parkir VIP ada di lingkar dalam sisi barat Simpang Lima. Untuk tamu undangan dan umum bisa di eks E-Plaza, SMK 7, atau Baiturrahman. Kita juga siapkan mobil golf untuk mobilitas tamu," kata Danang.
Bila semua penuh, area sekitar mal atau Jalan Pahlawan pun bisa menjadi alternatif. Langkah ini memastikan kegiatan seni budaya tetap tertib tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar. Danang mengimbau masyarakat agar datang lebih awal dan mengikuti arahan petugas di lapangan.(Antara)










