Gastronomi Jadi Magnet Wisata, 60 Persen Turis ke Indonesia Gara-Gara Kuliner
Jumat, 3 Oktober 2025 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Suasana hangat menyelimuti The Meru Sanur, Bali, ketika pameran Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) bertajuk Artisan Food Market resmi digelar. Lebih dari sekadar bazar kuliner, acara ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM, pecinta gastronomi, dan wisatawan yang ingin mencicipi kekayaan cita rasa Nusantara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang hadir langsung dalam acara tersebut tampak antusias saat menjajal beragam hidangan lokal.
“Kami percaya bahwa memahami gastronomi juga berarti menghargai produk kuliner yang dibuat dengan keahlian menggunakan bahan-bahan lokal kita sendiri,” ujarnya, Rabu 1 Oktober 2025.
BACA JUGA
Tren Baru Wisatawan China ke Bali: Anak Muda, Digital, dan Solo Traveling
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Dari Festival Budaya hingga Olahraga, Daftar Lengkap 56 Event di Bali 2026
Di arena pameran, pengunjung disuguhi ragam pilihan kuliner artisanal, mulai dari cokelat dan keju buatan tangan, tempe khas, olahan kacang, hingga teh dan kopi dengan cita rasa unik.
Lebih dari 20 pelaku usaha dari Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Kepulauan Sula di Maluku Utara turut memeriahkan ajang yang berlangsung hingga 1 Oktober 2025 itu.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menekankan pentingnya wisata gastronomi sebagai magnet kunjungan mancanegara.
“Lebih dari 60 persen wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia karena ingin merasakan pengalaman menikmati produk budaya yang ada di dalamnya termasuk gastronomi yang dikenal luar biasa,” katanya.
Tak hanya memanjakan lidah, pameran ini juga membuka ruang kolaborasi. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, menyebut Artisan Food Market sebagai platform penting memperkuat ekosistem F&B dari hulu ke hilir.
“Kita tahu penting sekali peran industri dalam menyiapkan produk yang akan dikonsumsi oleh wisatawan. Jadi event ini diharapkan menjadi event yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ucap Rizki.
Hal senada disampaikan Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini. Ia menilai ajang ini sebagai jembatan interaksi langsung antara pelaku usaha dengan konsumen.
“Artisan Food Market kami hadirkan di sini agar masyarakat khususnya di Bali bisa datang, belanja, dan tentu saja diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Tak berhenti di pameran kuliner, rangkaian WIG juga menghadirkan gastro tour. Media hingga KOL internasional diajak menyusuri tempat bersejarah, sekaligus mengenal resep-resep warisan Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, lahirlah narasi utuh tentang kearifan lokal, kualitas artisan, dan kreativitas—sebuah kekuatan yang diharapkan mampu menempatkan Indonesia sebagai destinasi gastronomi unggulan dunia.(Antara)










