Indonesia Masuk Daftar Destinasi Alternatif Favorit Influencer Dunia
Rabu, 8 April 2026 | 16:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Selama bertahun-tahun, Dubai menjadi simbol kemewahan modern, mendominasi konten para influencer dunia. Namun kini, terjadi pergeseran yang membuka ruang bagi Destinasi Alternatif. Menariknya, Indonesia termasuk salah satu destinasi alternatif itu.
Perubahan ini tidak lepas dari dinamika geopolitik di kawasan Uni Emirat Arab. Konflik di Timur Tengah memicu fenomena yang disebut sebagai eksodus influencer.
Para pesohor dan kreator digital mulai mencari destinasi baru yang tetap menawarkan Gaya Hidup serupa, namun dengan nuansa lebih autentik.
BACA JUGA
Tren Baru Wisatawan China ke Bali: Anak Muda, Digital, dan Solo Traveling
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Dari Festival Budaya hingga Olahraga, Daftar Lengkap 56 Event di Bali 2026
Dalam lanskap baru ini, Indonesia, khususnya Bali menjadi pusat perhatian. Pulau ini kian dikenal sebagai “ibu kota influencer dunia”, berkat perpaduan alam tropis, budaya, dan gaya hidup.
Di Canggu, suasana modern dan tradisional berpadu dalam harmoni. Kafe kontemporer, komunitas kreatif, serta pantai yang dinamis menjadikan kawasan ini latar ideal bagi konten digital.
Bali diperkirakan menarik sekitar 7 juta wisatawan internasional pada 2025, mempertegas posisinya sebagai magnet global.
Daya tarik Bali tidak hanya pada visual, tetapi juga pada pengalaman menyeluruh, dari Petualangan Alam hingga eksplorasi budaya.
Sejumlah influencer turut memperkuat citra ini. Samie Elishi kerap membagikan momen liburannya di Bali. Sementara Liam Etheridge menilai pulau ini menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari pantai, pendakian gunung, hingga air terjun.
Indonesia kini berdiri sejajar dengan sejumlah destinasi alternatif lainnya.
Kepulauan Cayman dan Bermuda menawarkan kemewahan tropis, sementara Kuala Lumpur menghadirkan lanskap urban modern dengan ikon seperti Merdeka 118.
Di belahan lain, Miami tetap memikat dengan gaya hidup glamor, dan Shanghai menghadirkan alternatif kosmopolitan dinamis.
Monaco menawarkan eksklusivitas khas Eropa, sementara Montenegro menghadirkan panorama dramatis Teluk Boka dengan perpaduan laut dan pegunungan memikat.
Di Asia, Makau muncul sebagai “Las Vegas”, menawarkan gaya hidup mewah dan hiburan tanpa henti yang menjadi magnet baru bagi kreator global.
Sementara itu, Panama City menonjol sebagai kota kosmopolitan di Amerika Tengah, dengan perpaduan gaya hidup modern dan nuansa Latino serta akses global.
Destinasi lain seperti Byron Bay dan Charleston juga menunjukkan peningkatan popularitas, menandakan preferensi wisata kini bergerak menuju pengalaman lebih beragam dan personal.
Perubahan ini menegaskan evolusi makna kemewahan. Tidak lagi hanya tentang gedung megah atau fasilitas eksklusif, tetapi juga tentang keaslian, koneksi budaya, dan ruang untuk mengalami sesuatu yang berbeda.***
Sumber: Daily Mail










