ID EN

Catat Sejarah, Akie dan Chisato Iwai Kembar Pertama yang Juara di LPGA

Minggu, 2 November 2025 | 16:56

Penulis: Respaty Gilang

Akie dan Chisato Iwai
Akie dan Chisato Iwai pegolf kembar identik.
Sumber: [email protected]_101

Lahir hanya berselang satu menit, Akie dan Chisato Iwai kini menulis sejarah bersama di panggung golf dunia. Si kembar identik asal Jepang ini tengah mencuri perhatian di LPGA Tour musim debut mereka di ajang profesional wanita paling bergengsi di dunia.

Awalnya, Chisato lebih dulu mencuri start. Ia sukses meraih kemenangan perdana di Riviera Maya Open, Meksiko, pada Mei lalu sekaligus mengantarkan dirinya ke jajaran pemenang LPGA Tour. Namun, sang kakak kembar tak mau kalah. Tiga bulan kemudian, Akie membalas dengan kemenangan gemilang di Portland.

Dua kemenangan ini menjadikan Akie dan Chisato sebagai pasangan kembar pertama yang berhasil mengangkat trofi di ajang LPGA Tour, pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Aku sebenarnya tidak menyangka bisa menang di musim ini,” kata Akie kepada AFP saat tampil di Maybank Championship di Kuala Lumpur.

“Tapi setelah melihat Chisato menang lebih dulu, aku merasa tertantang. Kemenangannya memberi energi luar biasa buatku. Aku ingin berusaha sebaik mungkin dan aku bisa merasakan kekuatan itu di dalam diriku. Tahun ini benar-benar istimewa buat kami berdua.”

Chisato pun mengamini perasaan sang kakak. Ia mengaku, keberhasilan mereka lahir dari hubungan yang saling mendorong satu sama lain.

“Kami saling menginspirasi. Jadi rasanya luar biasa bisa sama-sama menang,” ujarnya dengan senyum khasnya.

Fenomena kakak-beradik yang sama-sama juara bukan hal baru di LPGA Tour. Sebelumnya ada duet legendaris seperti Annika dan Charlotta Sorenstam dari Swedia, Ariya dan Moriya Jutanugarn dari Thailand, serta Nelly dan Jessica Korda dari Amerika Serikat yang jika digabung, sudah mengoleksi lebih dari 20 gelar tur.

Namun, kisah Iwai bersaudara punya pesona tersendiri. Bukan hanya karena mereka kembar identik, tapi juga karena perbedaan karakter dan gaya bermain yang menarik untuk disimak.

Akie dikenal lebih pendiam dan sering tampil dengan topi baseball khasnya, 
sedangkan Chisato lebih ceria dan memilih visor terbuka sebagai ciri khas.

Dalam permainan, keduanya juga punya kekuatan berbeda. Chisato punya sentuhan lembut di green, dikenal dengan kemampuan putting yang tajam. Sementara Akie unggul di kekuatan pukulan jarak jauh membuatnya lebih dominan di fairway.

Menariknya, meski keduanya hidup di dunia golf, mereka sepakat untuk tidak membawa golf ke luar lapangan.

“Kami jarang membicarakan golf. Kalau ngobrol, ya soal kehidupan sehari-hari saja,” kata Chisato.

Menjelang babak final hari Minggu di Malaysia, Akie masih berada di posisi ketujuh bersama beberapa pemain lain, sementara Chisato tertinggal di posisi ke-28.

Namun, hasil bukan segalanya bagi Akie. Setelah mencetak skor terbaiknya, 66, pada hari Sabtu, ia hanya ingin menikmati permainan.

“Hasilnya tidak terlalu penting. Aku hanya ingin tersenyum dan bersenang-senang,” ucapnya ringan.

Keduanya mungkin berbeda dalam kepribadian dan gaya bermain, tapi satu hal pasti semangat mereka yang sama telah membawa warna baru di LPGA Tour. Dunia golf kini punya dua bintang muda dari Jepang yang bukan hanya berbakat, tapi juga membuktikan bahwa kemenangan bisa lahir dari kekuatan kebersamaan.