ID EN

Drama di Link Hong Kong Open: McKibbin, Maguire, dan Uihlein Berebut Tahta Menuju Final Round

Minggu, 2 November 2025 | 13:30

Penulis: Respaty Gilang

Bola Golf
Ilustrasi - Turnamen golf.
Sumber: Pixabay/Ipegasu

Harapan Tom McKibbin untuk menuntaskan turnamen dengan kemenangan dari awal hingga akhir masih terbuka lebar. Pegolf muda asal Irlandia Utara itu tetap memimpin di puncak klasemen Link Hong Kong Open, meski tekanan dari duo Amerika MJ Maguire dan Peter Uihlein makin terasa menjelang ronde penentuan di Hong Kong Golf Club.

McKibbin memulai hari dengan keunggulan dua pukulan atas Uihlein, setelah mencetak rekor lapangan 60 dan melanjutkannya dengan 65 tanpa bogey di ronde kedua.

Skor 65 kembali ia bukukan di ronde ketiga, menjaga posisinya di puncak dengan total 20-under par, hanya satu pukulan di depan Maguire yang tampil luar biasa lewat 61 (9-under).

Sementara itu, Uihlein sempat kehilangan momentum di dua hole terakhir dan menutup dengan 65, tertinggal dua pukulan di posisi 18-under.

Dari grup terakhir, pegolf Thailand Kiradech Aphibarnrat (66) juga masih menjaga asa dengan selisih tiga pukulan, sejajar dengan Scott Hend, pegolf senior Australia yang sempat juara di turnamen ini tahun 2014. Hend tampil impresif lewat 64 (6-under) dan menunjukkan kalau pengalaman masih berbicara.

Sementara itu, nama-nama besar seperti Charles Howell III (AS) dan Louis Oosthuizen (Afrika Selatan) berada di posisi T6 dengan skor 16-under, diikuti Charles Porter (AS), Micah Shin (Korea-Amerika), dan Poom Saksansin (Thailand) di 15-under setelah masing-masing mencatat ronde tajam, termasuk 63 dari Porter.

McKibbin Masih Tenang, Meski Tekanan Datang dari Segala Arah

Catatan bebas bogey McKibbin akhirnya terhenti di hole ketiga, namun ia langsung bangkit dengan dua birdie beruntun di hole 4 dan 5. Tambahan tiga birdie di hole 6, 9, dan 12 membuatnya kembali menjauh, meski bogey di hole 15 sempat menahan laju. Tapi dua birdie cepat di hole 16 dan 17 membuatnya tetap di depan Maguire yang tampil menekan dengan tujuh birdie dan satu eagle dalam satu ronde menakjubkan.

Dengan tiket ke The Open Championship dan Masters 2026 yang jadi taruhan, serta poin penting untuk klasemen The International Series Rankings, babak final dipastikan akan panas.

McKibbin mengakui kondisi lapangan di hari ketiga cukup menantang.

“Secara keseluruhan cukup bagus. Saya merasa lapangan sedikit lebih sulit, posisi pin lebih tricky, tapi saya bermain dengan solid. Beberapa putt penting masuk, dan semuanya terasa stabil,” kata McKibbin.

Ia juga menegaskan fokusnya bukan pada posisi semata, tapi pada performa terbaiknya.

“Saya tahu ada banyak hal yang diperebutkan di sini, tapi buat saya, finis kedua atau ketiga tak terlalu berbeda. Saya datang dengan tekad untuk tampil habis-habisan, dan itu yang akan saya lakukan.”

Maguire Siap Jadi Pengganggu Serius

MJ Maguire mulai panas di sembilan hole terakhir. Setelah dua birdie di awal, ia meledak di hole 10–13 dengan tiga birdie dan satu eagle, termasuk momen spektakuler di hole 11 saat ia menghantam bola langsung masuk dari jarak jauh.

“Semuanya mulai dari hole 11. Saya sempat terjebak di bawah pepohonan, dan berpikir untuk melewati bagian atas. Saya pukul pelan pakai 8-iron, bola menggelinding seperti putt dan masuk ke lubang. Awalnya cuma mau selamat sampai green, tapi ternyata masuk. Itu yang bikin semangat saya meledak,” ujar Maguire, yang musim lalu juara di Black Mountain Championship, Hua Hin, Thailand.

Ia menutup ronde dengan dua birdie beruntun di hole 17 dan 18, membuatnya kini hanya satu pukulan di belakang McKibbin.

Uihlein Konsisten Tapi Belum Maksimal

Peter Uihlein juga tampil stabil, meski sempat mengalami pasang surut. Setelah mencatat triple bogey di hole 10 pada ronde sebelumnya, kali ini ia lebih terkendali menorehkan 65 dengan lima birdie di 14 hole pertama, meski kembali kehilangan momentum di akhir.

“Awal saya cukup oke, tapi hole 15 dan 18 agak buruk. Meski begitu, dibanding kemarin, rasanya jauh lebih stabil. Tidak se-hectic sebelumnya,” kata bintang Range Goats GC itu.

Uihlein juga menyoroti peluang besar yang ditawarkan turnamen ini.

“Luar biasa sekali ketika ajang ini diakui oleh The Open dan Masters. Artinya, kesempatan ini benar-benar berarti. Meski tertinggal beberapa pukulan, saya harus mengejar banyak birdie. Kita lihat nanti,” ungkapnya.

Hend dan Kiradech Masih di Jalur Persaingan

Scott Hend yang berstatus 10 kali juara Asian Tour tetap dalam radar juara setelah tampil tanpa bogey di ronde ketiga.

“Saya cuma berusaha main solid. Ada beberapa putt yang meleset, tapi saat gagal di green, saya bisa selamatkan par. Kuncinya tetap tenang dan sederhana. Tapi kalau mau menang, saya butuh skor rendah karena Tom main luar biasa. Saya ingin juara lagi di Hong Kong, turnamen ini spesial buat saya,” terangnya.

Kiradech Aphibarnrat juga tampil impresif di paruh kedua permainan setelah start yang berat.

“Awalnya kurang bagus, dua over di lima hole pertama, tapi saya tetap nikmati permainan. Hari ini main bareng teman baik, Peter Uihlein, jadi suasananya enak. Lapangan luar biasa, kondisinya terbaik yang pernah saya lihat. Banyak peluang birdie, tapi kalau lengah sedikit, bisa langsung kena batunya,” ujar pegolf Thailand itu.

Menuju Final yang Penuh Tekanan

Link Hong Kong Open merupakan turnamen ketujuh dari sembilan event besar Asian Tour yang menawarkan jalur menuju LIV Golf League bagi para pegolf terbaik sepanjang musim.

Dengan posisi yang begitu rapat di papan atas, ronde terakhir dijamin akan jadi duel seru antara pengalaman, ketenangan, dan keberanian.

Satu hal pasti, siapa pun yang keluar sebagai juara, tidak hanya akan mengangkat trofi, tapi juga membuka pintu menuju panggung terbesar di dunia golf.