Inovasi Gila dari Jepang, Terbang ke AS Lewat Luar Angkasa dalam Waktu 60 Menit
Minggu, 2 November 2025 | 12:51
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Freepik
Bayangkan kamu naik “pesawat” dari Tokyo ke New York, tapi bukan melalui jalur langit biasa, melainkan via luar angkasa. Waktu tempuhnya? Hanya sekitar 60 menit.
Bukan mimpi, tapi rencana nyata yang sedang disiapkan Jepang lewat kolaborasi dua pemain besar di industri perjalanan dan teknologi antariksa, Nippon Travel Agency Co. dan Innovative Space Carrier.
Melansir The Mainichi, proyek ini disebut sebagai layanan transportasi titik ke titik melalui luar angkasa. Targetnya penerbangan komersial pertama bisa diluncurkan pada 2030-an.
BACA JUGA
Wisata Jepang Makin Ramai Tapi Traveler Mulai Tinggalkan Rute Tokyo–Kyoto
Ketika Politik Mengubah Peta Liburan: Dampak Ketegangan Beijing-Tokyo pada Pariwisata Jepang
Liburan ke Jepang Makin Digital, Turis Harus Isi Data Sebelum Berangkat
Jika terwujud, ini bisa jadi revolusi dalam dunia mobilitas global, setara dengan saat manusia pertama kali menaklukkan penerbangan lintas Atlantik.
Dari Tokyo ke New York Hanya 1 Jam, Skenario yang Dulu Mustahil
Rencana gila ini bukan cuma gimmick teknologi. Kendaraan luar angkasa yang sedang dikembangkan disebut bakal lepas landas dari platform lepas pantai, terbang menembus atmosfer, lalu meluncur di jalur suborbital sebelum turun lagi ke Bumi di sisi lain planet.
Dengan konsep ini, jarak antara Tokyo dan New York yang biasanya memakan waktu lebih dari 12 jam dengan pesawat konvensional, bisa dipangkas drastis menjadi sekitar satu jam perjalanan.
Secara teknis, proyek ini mirip dengan konsep suborbital space flight yang sebelumnya juga dieksplorasi oleh SpaceX, Blue Origin, dan Virgin Galactic. Tapi Jepang mengambil pendekatan berbeda, bukan untuk wisata luar angkasa, melainkan untuk transportasi global cepat yang efisien.
Kendaraan tersebut akan dirancang dapat digunakan kembali, menandakan langkah besar Jepang menuju industri penerbangan yang berkelanjutan.
Visi Jepang Menuju Era “Space Mobility”
Langkah ini menandai keseriusan Jepang dalam menguasai sektor space mobility, konsep transportasi masa depan yang menggabungkan perjalanan antarbenua dan teknologi luar angkasa.
Presiden Innovative Space Carrier, Kojiro Hatada, menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan hanya menciptakan roket yang cepat, tapi juga efisien dan ekonomis.
“Kami berupaya membuat perjalanan luar angkasa lebih efisien dan terjangkau dengan memaksimalkan potensi setiap roket,” jelas Hatada.
Pendekatan itu mencerminkan strategi yang mirip dengan SpaceX milik Elon Musk, yang sukses menekan biaya peluncuran lewat sistem roket reusable. Tapi Jepang ingin membawa teknologi ini ke level berbeda, transportasi antarnegara melalui orbit Bumi rendah.
Dengan meningkatnya jumlah penerbangan yang bisa dilakukan satu kendaraan, biaya per penumpang bisa ditekan secara signifikan. Artinya, dalam jangka panjang, perjalanan lintas benua lewat luar angkasa bisa jadi semurah tiket bisnis kelas pesawat biasa.
Ketika Pariwisata dan Teknologi Bertemu
Proyek ini juga menunjukkan bagaimana sektor pariwisata Jepang sedang berevolusi. Nippon Travel Agency, yang selama ini dikenal sebagai biro perjalanan konvensional, kini mengambil peran besar dalam pengembangan teknologi penerbangan canggih.
Lewat proyek ini, mereka berharap dapat menciptakan “jembatan cepat antarnegara”, menghubungkan Tokyo dan Amerika Serikat dengan waktu tempuh yang belum pernah ada sebelumnya.
Bagi Jepang, ini bukan sekadar proyek transportasi,tapi simbol ambisi nasional untuk memimpin revolusi perjalanan global. Jika terealisasi, bukan tidak mungkin kelak perjalanan antarnegara akan lebih mirip peluncuran roket ketimbang penerbangan biasa.
Dengan proyek ini, Jepang menegaskan langkah seriusnya menuju era baru pariwisata luar angkasa, di mana perjalanan bukan lagi diukur dengan jam penerbangan, tapi dengan hitungan menit.
Lebih dari Sekadar Inovasi Transportasi
Selain menjadi lompatan teknologi, proyek ini juga bisa berdampak besar pada ekosistem global.
Masa depan transportasi bukan lagi tentang pesawat tercepat di dunia, tapi tentang siapa yang bisa membawa manusia keluar atmosfer dan kembali lagi dengan aman dalam waktu singkat dan efisien.
Jepang tampaknya siap menjadi pionirnya.










