Lionel Messi Masih Raja Gaji MLS, Son Heung-min Jadi Penantang Terdekat di Liga Amerika
Sabtu, 1 November 2025 | 11:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Xinhua/Xu
Megabintang Argentina Lionel Messi masih menjadi pemain dengan gaji tertinggi di kompetisi Major League Soccer (MLS). Sementara pendatang baru asal Korea Selatan, Son Heung-min, langsung menempati posisi kedua dalam daftar pemain dengan bayaran tertinggi di liga Amerika Serikat.
Menurut laporan yang diterima ESPN dari MLS per 1 Oktober, Messi menerima garansi gaji tahunan lebih dari 10 juta dolar AS atau sekitar Rp170 miliar. Total dalam kontraknya bersama Inter Miami, Messi dibayar 20,4 juta dolar AS per tahun atau setara Rp340 miliar.
Angka fantastis itu tidak hanya berasal dari gaji pokok. Messi juga mendapatkan tambahan dari bonus penjualan, komisi agen, serta potensi kesepakatan tambahan dari tim dan bonus performa.
BACA JUGA
Galatasaray Masih Kejar Lionel Messi Meski Syaratnya Tak Lazim
Lionel Messi Diburu Al Ittihad, Presiden Klub Siapkan Cek Kosong dan Kontrak Seumur Hidup
Lionel Messi Tak Ingin Jadi Beban Argentina di Piala Dunia 2026, Pilih Evaluasi Kondisi Fisik
Selain itu, Messi masih menikmati pemasukan besar dari kontrak globalnya bersama Adidas serta revenue sharing dengan Apple TV, yang memegang hak siar resmi MLS.
Jika ditotal, peraih delapan Ballon d’Or itu diperkirakan meraup sekitar 150 juta dolar AS selama 2,5 tahun. Jumlah itu akan bertambah karena kontrak Messi diperpanjang hingga 2028.
Di belakang Messi, Son Heung-min menjadi pemain dengan gaji tertinggi kedua di MLS. Bintang asal Korea Selatan itu menerima 11,2 juta dolar AS selama dua tahun berseragam Los Angeles FC (LAFC) dan memiliki opsi perpanjangan kontrak hingga 2029.
Sementara itu, rekan setim Messi di Inter Miami, Sergio Busquets, menempati posisi ketiga dengan bayaran 8,8 juta dolar AS per tahun. Posisi berikutnya diisi gelandang Atlanta United Miguel Almiron dengan 6,1 juta dolar AS, dan Hirving Lozano yang digaji San Diego FC 6 juta dolar AS.
Inter Miami Masih 'Sultan' MLS
Bukan hanya Messi dan Busquets yang membuat Inter Miami menjadi sorotan. Klub milik David Beckham ini masih menjadi tim dengan pengeluaran gaji terbesar di MLS.
Setelah merekrut Rodrigo De Paul, total pengeluaran Inter Miami mencapai 48,97 juta dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 27 tim lainnya di liga.
Di bawah Inter Miami, LAFC menyusul dengan 30,1 juta dolar AS, disusul Atlanta United (28,48 juta dolar AS), FC Cincinnati (23,19 juta dolar AS), dan Chicago Fire (23,11 juta dolar AS).
Sebaliknya, tim dengan pengeluaran gaji terendah adalah CF Montreal dengan 12,92 juta dolar AS, diikuti FC Dallas (13,15 juta dolar AS), Philadelphia Union (13,43 juta dolar AS), Toronto FC (13,65 juta dolar AS), dan Minnesota United (14,54 juta dolar AS).
Khusus Toronto FC, angka tersebut turun drastis setelah klub Kanada itu melepas Lorenzo Insigne dan Federico Bernardeschi, dua pemain Italia yang sebelumnya termasuk dalam daftar gaji tertinggi.
Dengan dominasi Messi di puncak daftar gaji dan Inter Miami di posisi teratas pengeluaran, MLS terus menunjukkan transformasinya menjadi liga yang semakin menarik, bukan hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga dari nilai komersial dan magnet global para bintang besar dunia.***










