ID EN

Anak Pantai Sumbawa Ini Bikin Australia Bertekuk Lutut di Kejuaraan Dunia Surfing

Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:00

Penulis: Arif S

Atlet selancar ombak Indonesia Bronson Meydi
Atlet selancar ombak Indonesia Bronson Meydi merayakan kemenangannya dalam World Surf League) Qualifying Series (QS) 6000 2025.
Sumber: WSL

Laut Siargao bergelora, dan nama Bronson Meydi kembali mengudara di pentas dunia. Peselancar muda asal Sumbawa itu menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai ajang World Surf League (WSL) Qualifying Series (QS) 6000 2025 yang digelar di Siargao, Filipina.

Dengan performa luar biasa, Bronson mencatat total skor 15,33 poin, unggul tipis atas pesaing beratnya asal Australia, Ben Lorentson, yang memperoleh 14,70 poin.

Dua gelombang terbaik Bronson masing-masing bernilai 6,50 dan 8,83, cukup untuk memastikan podium tertinggi miliknya.

“Wow, saya tidak percaya, final yang gila. Ombaknya pelan dan menguntungkan saya, jadi ya, ini keberuntungan,” ujar Bronson dikutip dari siaran resmi WSL.

Ombak, Fokus dan Adrenalin di Final Siargao

Pertarungan di final berlangsung sengit. Ketika Lorentson mencetak angka 8,17, Bronson tahu momen penentu sudah tiba.

Dengan ketenangan khas peselancar berpengalaman, ia menunggu ombak sempurna dan ketika datang, ia tak menyia-nyiakannya.

“Setelah dia mencetak angka 8, saya langsung berpikir, ‘Oh, saya harus mencetaknya sekarang juga.’ Jadi ya, beruntung ombak besar itu datang dan bersemangat untuk mencetak angka 8,8,” katanya.

Menumbangkan Unggulan Australia

Sebelum mencapai final, perjalanan Bronson bukan tanpa rintangan. Ia harus menyingkirkan dua unggulan asal Australia Dane Henry di perempat final dan Harley Walters di semifinal.

Di dua babak itu, peselancar berusia 21 tahun tersebut menampilkan gaya surfing yang atraktif dan eksplosif. Trik alley-oop, di mana peselancar melompat dan berputar di udara ke arah ombak, menjadi senjata pamungkasnya.

Gerakan itu diganjar skor nyaris sempurna 9,67 dan 9,87, penanda bakatnya sudah selevel dunia.

Di final, kemenangan Bronson ditentukan oleh kombinasi dua putaran agresif dan kemampuan membaca arah ombak dengan cermat, kualitas yang membuatnya makin diperhitungkan di kancah internasional.

Bronson dan Filipina: Hubungan yang Tak Terpisahkan

Menariknya, kemenangan ini bukan yang pertama bagi Bronson di Filipina. Ia seakan memiliki “keberuntungan laut” di negeri tersebut.

Awal tahun ini, ia juga berhasil menjuarai World Junior Championship 2024 di San Juan, La Union, Filipina.

“Setiap kali saya menang, selalu di Filipina. Luar biasa, saya suka tempat ini,” kata Bronson.

Baginya, Filipina sudah seperti rumah kedua, tempat di mana ombak, adrenalin, dan prestasi berpadu sempurna.

Generasi Baru Surfing Indonesia

Kemenangan di QS 6000 Siargao menegaskan status Bronson sebagai salah satu peselancar muda terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. 

Dengan dua gelar internasional dalam dua tahun berturut-turut, ia membuka jalan bagi generasi baru atlet selancar ombak tanah air untuk berani menantang dunia.

Ketenangan, teknik tinggi, dan keberanian mengambil risiko menjadi ciri khas Bronson. Ia membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa mendominasi olahraga ekstrem yang selama ini dikuasai negara-negara besar seperti Australia dan Amerika Serikat.