MotoGP Mandalika Buka Peluang Baru Sektor Pariwisata Lombok
Jumat, 3 Oktober 2025 | 22:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Ajang MotoGP Mandalika bukan hanya menghadirkan deru mesin dan sorak penonton, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor pariwisata Lombok.
Kali ini, peluang tersebut datang dari kolaborasi investor asal Spanyol, Italia, dan Arab Saudi yang berencana membangun hotel dan resort di kawasan wisata Gunung Tunak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
"Kenapa ada MotoGP di Mandalika. Itulah jawaban saya berinvestasi di Lombok untuk meningkatkan pariwisata di Lombok," kata CEO and Founder HFC Grup, Richard Demicheli, di Lombok Tengah, Kamis 2 Oktober 2025.
BACA JUGA
Kemenpar Promosikan Pariwisata Berkualitas Lewat Film Dokumenter Konservasi Penyu
Drama MotoGP Mandalika: Aldeguer Juara, Marquez Kembali Gagal Finis
Lanskap Gunung Gede Pangrango dan Dampak Nyata Daya Tarik Goalpara Tea Park
Richard menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan pariwisata Lombok agar memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar mimpi menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata hijau bisa terwujud.
"Kami berkomitmen mewujudkan pariwisata hijau berkelanjutan," ujarnya.
Lebih dari sekadar hotel, proyek ini dirancang untuk menghadirkan destinasi berkonsep green tourism, yang tidak hanya memperhatikan kelestarian lingkungan, tetapi juga mengedepankan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Richard menekankan bahwa resort yang dibangun akan mengintegrasikan elemen budaya dan kekayaan alam Lombok.
"Proyek ini bertujuan menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip green tourism dan diharapkan pariwisata di Lombok dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," katanya.
Tak hanya itu, ia ingin keberadaan hotel ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain membuka lapangan kerja, rencana pembangunan juga disertai inisiatif pendidikan.
"Saya tidak ingin melihat anak-anak di Lombok ini putus sekolah," tegas Richard, seraya menyebut bahwa pihaknya akan membangun sekolah untuk mendukung peningkatan kualitas SDM sejak usia dini.
Pembangunan hotel dan resort di Gunung Tunak direncanakan dimulai pada 2026, setelah proses pembebasan lahan rampung pada 2025.
Proyek ambisius ini ditargetkan selesai pada 2027, sekaligus menandai langkah baru Lombok dalam menggabungkan sport tourism, green tourism, dan cultural tourism sebagai identitas pariwisata berkelanjutan.(Antara)***










