Comeback Gemilang! Marwan/Aisyah Terbang ke Final Indonesia Masters II 2025
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:25
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Langit Deli Serdang terasa panas sore itu, bukan cuma karena matahari, tapi juga karena tensi laga di GOR PBSI Pancing yang membara. Ganda campuran muda Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, memastikan satu tempat di partai puncak Indonesia Masters II 2025 usai menumbangkan wakil China, Liao Pin Yi/Tang Rui Zhi, dalam duel tiga gim yang berakhir 21-19, 17-21, 21-18.
Sebagai unggulan pertama, Marwan/Aisyah sempat terseok di gim kedua, tapi berhasil comeback dengan ketenangan dan kendali diri yang solid di gim penentuan. Bagi Marwan, kemenangan ini bukan sekadar tiket final, tapi bukti bahwa mental dan adaptasi adalah kunci di level internasional.
“Alhamdulillah bisa kembali di final lagi tanpa cedera. Tadi mainnya gim 1 sudah bagus tetapi gim 2 saya belum dapat feeling mainnya karena dari menang angin ke posisi kalah angin saya masih bermain di pola permainan yang sama,” kata Marwan usai laga.
BACA JUGA
Jonatan Christie Bersinar di Tur Eropa 2025, dari Pemain Independen Jadi Mesin Gelar Dunia
Asia Dominasi Denmark Open 2025: Korea Selatan, Indonesia, China dan Jepang Berbagi Gelar
Jonatan Christie Juara Hylo Open 2025, Cetak Hattrick Gelar Tahun Ini
“Jadi adaptasinya lambat. Harusnya kita ubah pola permainan, kita enggak bisa adu bola kencang terus, harus ada batasnya. Gim 3, saya berusaha lebih tenang dan lebih kontrol diri sendiri lagi,” tambahnya.
Duel Cepat Lawan Taktik Tenang
Gaya cepat khas pasangan Tiongkok memaksa Marwan/Aisyah untuk mengubah ritme permainan. Menurut Marwan, kunci kemenangan ada di kecepatan reaksi dan kontrol emosi.
“Yang cowoknya mainnya cepet, bola setengah-setengahnya bagus dan nurunin bolanya cepet jadi kita nggak boleh kalah cepat sama mereka. Kalau yang ceweknya, maju ke depannya cepat, ya tipikal pemain putri mixed China begitu semua,” ujar Marwan.
Sementara Aisyah, yang dikenal dengan refleks cepat di depan net, mengakui sempat kesulitan menjaga ritme di awal gim ketiga.
“Posisi bola juga lebih melambat, jadi kami sempat tertinggal 2-6. Setelah itu saya berusaha lebih tenang dan fokus untuk mengembalikan bola. Untuk besok di final saya harus yakin dan pede dengan kemampuan diri saya sendiri,” ungkap Aisyah.
Fokus ke Final: Momentum Emas Ganda Muda Indonesia
Kemenangan ini mempertegas tren positif ganda campuran Indonesia di turnamen level internasional. Sejak era Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sektor ini memang sempat naik-turun, tapi regenerasi kini mulai terasa lewat duet muda seperti Marwan/Aisyah.
Dilansir dari BWF Tournament Software, pasangan ini menempati peringkat 35 dunia per Oktober 2025, dan sedang naik daun setelah tampil konsisten di beberapa turnamen Asia. Di sisi lain, Indonesia tengah membangun kekuatan di sektor campuran sebagai bagian dari roadmap Olimpiade 2028 Los Angeles yang menjadi fokus utama PBSI.
Pelatih pelatnas, Nova Widianto, sempat menyoroti pentingnya adaptasi dalam pertandingan dengan kondisi lapangan indoor berbeda-beda di tiap venue.
“Di turnamen besar, bukan cuma skill yang diuji, tapi juga bagaimana pemain cepat membaca arah angin, pantulan shuttlecock, dan tempo lawan,” katanya dalam wawancara dengan PBSI.tv.
Menatap Partai Puncak
Jelang laga final, Marwan/Aisyah bertekad tampil lebih lepas tanpa beban. Mereka ingin menunjukkan bahwa generasi muda bulutangkis Indonesia tak hanya punya potensi, tapi juga mental juara.
Jika mampu membawa pulang gelar, ini akan menjadi gelar internasional keempat mereka sepanjang tahun 2025, sekaligus menambah poin berharga menuju BWF World Tour Finals.










